Malam ini ngga ada yang spesial sebenarnya. Selesai menghapus sekitar limabelas ribu email dari millist Cikarang Baru di yahoo, juga beberapa email di gmail, baru jam sepuluh lewat empat tujuh jam di kamar tidurku. Padahal terasa waktu berjalan begitu lamanya.
Kuputar media player dari laptop MSI, sekumpulan lagu lama segera saja mengisi playlist, alvian dengan semalam di Cianjur salah satunya.Malam sepi, hanya terdengar suara exhaust dan lagu lagu lama yang kuputar. File coreldraw isteri tercinta belum selesai disave. Sore tadi sambil mengantuk masih saja tangannya memegang tetikus, mencoba untuk sesegera mungkin menyelesaikan picture tangkapan kamera ponsel samsungnya untuk diupload di http://www.kizdbrandedshop.com nya.
Luar biasa kegigihannya. Sementara sang buah hati kami yang kedua, Myura Allyzha Sujatmiko setia menemaninya sambil sesekali meminta susu ekslusifnya. Sedangkan Dafa Attharsyah Sujatmiko terlalu sibuk dengan truk plastik terbarunya, yang siang tadi ikut terbawa sampai parkiran pabrik.
Sebentar lagi kurasa cukup istirahatnya. Pagi nanti pasti sibuk dengan persiapan persiapan menyambut datangnya fajar, menyambut datangnya limpahan anugerah dari Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Terima kasih ya Allah ,terima kasih ya Rosul, terima kasih Ibu dan Ayah, terima kasih Mamah ... Dafa dan Myura....
Rabu, 09 Maret 2011
Minggu, 27 Februari 2011
Kangen ....
Haaa....kangen.
Satu kata itu yang membuatku melihat dan mengisi kembali blog kecilku. Setelah lama waktu kugunakan untuk mengikuti milist Cikarang Baru dari email yahoo dan gmail ku ( maksudnya memilih dan meng-trash-kan yang ngga kepilih ). Juga sempat melihat pacebok yang belum tentu sehari sekali kulihat.
Ada beberapa yang bisa diingat, ( karena ngga semua bisa diingat ) :
Bensin dah tiris. Mampir bentar di SPBU depan RS Cito. Beda kalau bawa baleno silver, CS 1 yang satu ini lebih sering ngisi, meskipun totaly, jauh lebih irit kalau kerja naik motor. Lebih irit lagi bawa revonya mamah. Tambah lagi jas hujan Rossida ngga perlu dibawa - bawa, cukup muat di bagasinya.
Maghrib tiba. Mampir lagi di RS Islam Karawang. Karena sudah terbiasa, ngga pake nanya and celingak - celinguk buat nyari mesjid dan tempat wudhunya. Selesai, ah .... sebentar ada panggilan alam.
Motor kembali melaju di jalan aspal yang masih mulus, sebelum masuk wilayah jalan kabupaten bekasi yang berbahaya karena banyak lubang yang ngga kelihatan di malam hari saking gelapnya jalanan. Ngga berani kebut, bukan kerena jalan banyak lubang, tapi emang ngga berani.
Setelah hampir satu jam perjalanan, sampailah sang pekerja di rumahnya yang sangat sederhana. Jauh dari hiruk pikuk keramaian di kota, karena memang depan rumah bukan jalan selain penghuni, juga bukan pasar buah dan sayur mayur, ikan, daging, tempe tahu, perabot alat rumah tangga dan lain - lain, apalagi pabrik petasan.
Masih sempet makan. ( yang jelas pasti disempetin ). Isteri tercinta membuatkan teh manis, tapi batal lantaran tehnya udah abis. Jadi terpaksa naik banding minum susu coklat merk bendera. Kalengnya dibuka pakai bukaan kaleng seharga 5 ribuan boleh beli di Lippo Cikarang Mall.
Ditemani segelas coklat susu dan marlboro merah, datang Dafa baru kembali dari main. Salim, ambil sepeda, main lagi sambil minta izin ke lapangan basket di Rusa raya. Belum dijawab sudah ngga kelihatan anaknya. Ah....anak itu sudah besar .... nakal. Mudah - mudahan ngga nakal sampai besar.
Jam sudah 9 malam. Dafa harus dijemput pulang, kembali ke rumah, cuci tangan dan kaki, berwudhu, sholat, berdo'a, agar mendapatkan mimpi indah dan menjadi keindahan yang nyata di kehidupannya kelak, hingga menghadapkan wajahnya kepada Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang .... amin ya Robbal'alamin ...
Satu kata itu yang membuatku melihat dan mengisi kembali blog kecilku. Setelah lama waktu kugunakan untuk mengikuti milist Cikarang Baru dari email yahoo dan gmail ku ( maksudnya memilih dan meng-trash-kan yang ngga kepilih ). Juga sempat melihat pacebok yang belum tentu sehari sekali kulihat.
Ada beberapa yang bisa diingat, ( karena ngga semua bisa diingat ) :
- Masih ada orang yang mengingat kita, sekalipun seingatku sudah lama sekali ngga ketemu, telepon, sms, ataupun emailan maupun pacebokan.
- Perasaan saja atau memang ada yang berubah? Sekarang ada statistik viewer di halaman postingan. Sempat bisa terdeteksi salah satunya ekoshp.com, terus ada lagi tamu dari belahan negara lain, kemarin ada 1 visitor, hari ini ada 3. Banyak lagi yang bisa diketahui sudah terfasilitasi. Thanks for google ...
Bensin dah tiris. Mampir bentar di SPBU depan RS Cito. Beda kalau bawa baleno silver, CS 1 yang satu ini lebih sering ngisi, meskipun totaly, jauh lebih irit kalau kerja naik motor. Lebih irit lagi bawa revonya mamah. Tambah lagi jas hujan Rossida ngga perlu dibawa - bawa, cukup muat di bagasinya.
Maghrib tiba. Mampir lagi di RS Islam Karawang. Karena sudah terbiasa, ngga pake nanya and celingak - celinguk buat nyari mesjid dan tempat wudhunya. Selesai, ah .... sebentar ada panggilan alam.
Motor kembali melaju di jalan aspal yang masih mulus, sebelum masuk wilayah jalan kabupaten bekasi yang berbahaya karena banyak lubang yang ngga kelihatan di malam hari saking gelapnya jalanan. Ngga berani kebut, bukan kerena jalan banyak lubang, tapi emang ngga berani.
Setelah hampir satu jam perjalanan, sampailah sang pekerja di rumahnya yang sangat sederhana. Jauh dari hiruk pikuk keramaian di kota, karena memang depan rumah bukan jalan selain penghuni, juga bukan pasar buah dan sayur mayur, ikan, daging, tempe tahu, perabot alat rumah tangga dan lain - lain, apalagi pabrik petasan.
Masih sempet makan. ( yang jelas pasti disempetin ). Isteri tercinta membuatkan teh manis, tapi batal lantaran tehnya udah abis. Jadi terpaksa naik banding minum susu coklat merk bendera. Kalengnya dibuka pakai bukaan kaleng seharga 5 ribuan boleh beli di Lippo Cikarang Mall.
Ditemani segelas coklat susu dan marlboro merah, datang Dafa baru kembali dari main. Salim, ambil sepeda, main lagi sambil minta izin ke lapangan basket di Rusa raya. Belum dijawab sudah ngga kelihatan anaknya. Ah....anak itu sudah besar .... nakal. Mudah - mudahan ngga nakal sampai besar.
Jam sudah 9 malam. Dafa harus dijemput pulang, kembali ke rumah, cuci tangan dan kaki, berwudhu, sholat, berdo'a, agar mendapatkan mimpi indah dan menjadi keindahan yang nyata di kehidupannya kelak, hingga menghadapkan wajahnya kepada Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang .... amin ya Robbal'alamin ...
Rabu, 16 Juni 2010
Awam berbicara
Banyak sudah perdebatan disampaikan dan kita saksikan juga dengar di berbagai kesempatan ( kadang juga tanpa sengaja ). Bukan hanya hal-hal yang menyangkut kepentingan khalayak ramai, tapi juga dalam hidup bermasyarakat, bahkan dalam keluarga sekalipun. Mungkin secara substansi akan berbeda - beda, tapi itulah yang bisa kita sebut sebagai adanya perbedaan.
Berbagai peristiwa dan kejadian juga disaksikan terjadi diberbagai penjuru dunia, begitu cepatnya informasi disampaikan oleh banyak media massa. Informasi yang bisa membawa pemirsa menilai positif atau negatif. Memojokan yang sudah terpojok. Menginjak yang sudah terinjak.
Ada dimana aku? Akan kemana anak-anakku ? Pertanyaan bernada cemas senantiasa berkerumun dalam pikiran. Ini bukan lagi zamanku. Semuanya tak ada yang abadi. Yang abadi adalah perubahan. Sulit ditemukan remaja muda belia membantu pak tani membajak sawah. Sang muda lebih banyak berkerumun di pusat-pusat " tongkrongan ", bermain alat komunikasi, dalam dunia yang setengahnya berada di dalam khayal.
Begitu tegasnya kata kata dari sang tua yang mengharapkan anaknya sekolah hingga pintar, bisa bekerja dengan penghasilan bulanan yang lumayan sebagai pekerja " kantoran ". Sementara banyak pula yang ramai -ramai menjadi pedagang. Baik yang berdagang dengan status importir, eksportir, produsen, pemasok, distributor, retail, grosir, dan tak ketinggalan lagi .... tanpa modal alias calo.
" Sekarang ini untuk masuk sekolah dasar, anak kita sudah harus dapat membaca ...", kata seorang teman.
Kalau begitu, pengajar pada sekolah dasar tidak lagi memberi pelajaran membaca dong ... terus dia ngapain? Sudah - sudah ...memang begitu mungkin peraturannya, kata seorang teman yang lain.
Menyerah pada keadaan ? ngga juga. Mengikuti perkembangan ? mungkin ini lebih mendekati. Melihat seorang petugas kebersihan di jalan , di sekitar perumahan yang secara periodik " memungut " sampah kita. Terkesan pekerjaan yang menurut sebagian adalah hina dan kurang bermartabat, tanpa berfikir, seperti apa jadinya sampah yang kita taruh depan rumah, bila ngga ada yang " mberesin? ". Ini membuat pikiran kadang jadi picik, untung masih ada orang susah. Masih ada orang miskin, hingga kita bisa disebut orang kaya. Astagfirullah ...
Berbagai peristiwa dan kejadian juga disaksikan terjadi diberbagai penjuru dunia, begitu cepatnya informasi disampaikan oleh banyak media massa. Informasi yang bisa membawa pemirsa menilai positif atau negatif. Memojokan yang sudah terpojok. Menginjak yang sudah terinjak.
Ada dimana aku? Akan kemana anak-anakku ? Pertanyaan bernada cemas senantiasa berkerumun dalam pikiran. Ini bukan lagi zamanku. Semuanya tak ada yang abadi. Yang abadi adalah perubahan. Sulit ditemukan remaja muda belia membantu pak tani membajak sawah. Sang muda lebih banyak berkerumun di pusat-pusat " tongkrongan ", bermain alat komunikasi, dalam dunia yang setengahnya berada di dalam khayal.
Begitu tegasnya kata kata dari sang tua yang mengharapkan anaknya sekolah hingga pintar, bisa bekerja dengan penghasilan bulanan yang lumayan sebagai pekerja " kantoran ". Sementara banyak pula yang ramai -ramai menjadi pedagang. Baik yang berdagang dengan status importir, eksportir, produsen, pemasok, distributor, retail, grosir, dan tak ketinggalan lagi .... tanpa modal alias calo.
" Sekarang ini untuk masuk sekolah dasar, anak kita sudah harus dapat membaca ...", kata seorang teman.
Kalau begitu, pengajar pada sekolah dasar tidak lagi memberi pelajaran membaca dong ... terus dia ngapain? Sudah - sudah ...memang begitu mungkin peraturannya, kata seorang teman yang lain.
Menyerah pada keadaan ? ngga juga. Mengikuti perkembangan ? mungkin ini lebih mendekati. Melihat seorang petugas kebersihan di jalan , di sekitar perumahan yang secara periodik " memungut " sampah kita. Terkesan pekerjaan yang menurut sebagian adalah hina dan kurang bermartabat, tanpa berfikir, seperti apa jadinya sampah yang kita taruh depan rumah, bila ngga ada yang " mberesin? ". Ini membuat pikiran kadang jadi picik, untung masih ada orang susah. Masih ada orang miskin, hingga kita bisa disebut orang kaya. Astagfirullah ...
Selasa, 18 Mei 2010
Berbagi kesepakatan
Apa yang bisa kita berikan kepada orang lain?
Jawabannya bisa bermacam - macam. Apapun yang kita punya, yang masih pantas diberikan bagi mereka yang memerlukan, baik diminta ataupun tidak.
Jika saja, ajaran hidup beragama dapat benar - benar dilaksanakan umatnya, niscaya kehidupan dunia akan seimbang. Antara kaya dan miskin, ahli dan awam, dan akronim lainnya tidak jauh berkesenjangan. Semuanya serasi, selaras dan seimbang. Saling asih, asah dan asuh. Indahnya perbedaan yang sering diutarakan berbagai tokoh masyarakat akan benar - benar indah.
Saat ini individu materialistis terasa begitu menjadi sebuah hal yang biasa. Termasuk juga perbuatan - perbuatan yang disebut " manusiawi " menjadi biasa. Ketamakan, kesombongan, egois, merasa diri sendiri " lebih " dari orang lain, lebih pintar, punya anak jenius, dan masih banyak lagi, banyak sekali.
Kemudian berkumpul hanya dengan orang yang " sama ". Memberi dengan tetap memamerkan pemberiannya itu, berusaha agar orang lain ada yang tahu kalau dia memberi pada sianu, siitu. Alasannya agar ada transparansi, agar orang lain bisa mengikuti kebaikannya.
Ini bukan apatis. Semuanya adalah relatif. Darimana aspek untuk menilai itu semua. Baik. Baik menurut siapa? Atau buruk. Buruk menurut siapa? Seorang yang belum dalam ilmunya tentang agamapun mungkin cuma bisa mengatakan, sesuai perintah Allah dan Rasulnya.
Teringat saat masih sekolah di taman kanak-kanak, seorang pemberi ilmu mengatakan, " Semuanya adalah relatif, sesuai dengan apa yang kita sebut, KESEPAKATAN ". Artinya bahwa segala tindakan yang kita lakukan, pendapat yang kita sampaikan, sesuatu yang kita berikan, harus didasari dengan kesepakatan. Contoh : kita memberi sedekah pada seorang yang kita anggap perlu diberi sedekah. Orang yang kita beri sedekah tidak merasa ada masalah dengan pemberian kita, bahkan tentunya merasa senang. Hal ini bisa terjadi kalau tidak ada orang yang tahu atau melihat tentang adanya pemberian tersebut. Kenapa? Kalau ada orang lain yang tahu, bisa timbul berbagai persepsi, baik atau buruk, tergantung pada latar keilmuan dan keimanan orang yang terakhir disebutkan.
Inilah mungkin dan pasti diisyaratkan teladan kita, memberi dengan tangan kanan, tangan kiri tidak perlu tahu. Cukupkan hanya Sang Maha Mengetahui yang mengetahui.
Teruslah berbagi kepada sesama, disaat senang ataupun susah. Buatlah kesepakatan dengan orang - orang disekelilingmu, jika tidak bisa, sembunyikan apa-apa yang engkau sedekahkan.
Jawabannya bisa bermacam - macam. Apapun yang kita punya, yang masih pantas diberikan bagi mereka yang memerlukan, baik diminta ataupun tidak.
Jika saja, ajaran hidup beragama dapat benar - benar dilaksanakan umatnya, niscaya kehidupan dunia akan seimbang. Antara kaya dan miskin, ahli dan awam, dan akronim lainnya tidak jauh berkesenjangan. Semuanya serasi, selaras dan seimbang. Saling asih, asah dan asuh. Indahnya perbedaan yang sering diutarakan berbagai tokoh masyarakat akan benar - benar indah.
Saat ini individu materialistis terasa begitu menjadi sebuah hal yang biasa. Termasuk juga perbuatan - perbuatan yang disebut " manusiawi " menjadi biasa. Ketamakan, kesombongan, egois, merasa diri sendiri " lebih " dari orang lain, lebih pintar, punya anak jenius, dan masih banyak lagi, banyak sekali.
Kemudian berkumpul hanya dengan orang yang " sama ". Memberi dengan tetap memamerkan pemberiannya itu, berusaha agar orang lain ada yang tahu kalau dia memberi pada sianu, siitu. Alasannya agar ada transparansi, agar orang lain bisa mengikuti kebaikannya.
Ini bukan apatis. Semuanya adalah relatif. Darimana aspek untuk menilai itu semua. Baik. Baik menurut siapa? Atau buruk. Buruk menurut siapa? Seorang yang belum dalam ilmunya tentang agamapun mungkin cuma bisa mengatakan, sesuai perintah Allah dan Rasulnya.
Teringat saat masih sekolah di taman kanak-kanak, seorang pemberi ilmu mengatakan, " Semuanya adalah relatif, sesuai dengan apa yang kita sebut, KESEPAKATAN ". Artinya bahwa segala tindakan yang kita lakukan, pendapat yang kita sampaikan, sesuatu yang kita berikan, harus didasari dengan kesepakatan. Contoh : kita memberi sedekah pada seorang yang kita anggap perlu diberi sedekah. Orang yang kita beri sedekah tidak merasa ada masalah dengan pemberian kita, bahkan tentunya merasa senang. Hal ini bisa terjadi kalau tidak ada orang yang tahu atau melihat tentang adanya pemberian tersebut. Kenapa? Kalau ada orang lain yang tahu, bisa timbul berbagai persepsi, baik atau buruk, tergantung pada latar keilmuan dan keimanan orang yang terakhir disebutkan.
Inilah mungkin dan pasti diisyaratkan teladan kita, memberi dengan tangan kanan, tangan kiri tidak perlu tahu. Cukupkan hanya Sang Maha Mengetahui yang mengetahui.
Teruslah berbagi kepada sesama, disaat senang ataupun susah. Buatlah kesepakatan dengan orang - orang disekelilingmu, jika tidak bisa, sembunyikan apa-apa yang engkau sedekahkan.
Minggu, 16 Mei 2010
Sejenak mencermati
Pagi tadi baru saja ku antar Isteri dan Anakku tercinta menuju ke kampung halaman isteri, Pulau Tidung.
Setelah sempat melihat informasi dari vivanews, kuteruskan update fbku, dilanjutkan membaca Email yahooku. Ada beberapa yang ku cermati, undangan arisan Cimart, Mobil BMW bekas, berita ambruknya sebuah jembatan dekat RS Medika yang sampai akhirnya cuma rusak ( ternyata ), dan masih banyak lagi.
Ada satu thread yang menarik, ajakan untuk berwisata ke pulau Pramuka dan pulau Tidung. Wah kebenaran sekali. Sabtu pagi nanti ada rencana menyusul keluarga ke sana.
" Permisi...., ada orang di rumah ?", sebuah suara mengagetkan aku. Segera saja aku beranjak.
" Ada ", jawabku. Ternyata mba Rose, seorang teman isteriku datang. " Silahkan mba, ada yang mau diambil lagi ?, tanyaku. " Iya, pa. Ibunya ngga ada ya?", jawabnya." Ngga, saya telepon dulu ya ", kataku sambil meraih hp.
Tapi rupanya kurang beruntung, mba yang satu ini sudah lebih dulu menelepon isteriku. Ya sudah. Alhamdulillah, dagangan baju anak branded isteriku banyak diminati. Satu folder bukti pengiriman ke banyak daerah di Indonesia sudah penuh. Setiap Minggu jadi pedagang kakilima di pasar Festival Jababeka hampir jadi kegiatan rutin kami.
Sudah 2 bulan ini isteri berhenti bekerja, repot mengurusi permintaan lewat kidzbrandedshopnya. Ditambah lagi mulai adanya buah hati kami yang kedua dalam kandungannya. Ya sudah, diputuskan buat berhenti bekerja.
Semuanya berubah...
Ngidam yang satu ini lucu juga, mual melihat dagangan dan fb. Jadinya ya terlantar komoditi sampingan kami. Ngga kehitung SMS yang masuk, belum lagi telepon, inbox, yang menanyakan kondisi isteri. Untungnya semua klien kami yang semuanya kebanyakan ibu - ibu ngerti bagaimana rasanya orang ngidam.
Pulau Tidung
Sekarang sudah ada peningkatan pengunjung. Hari Sabtu aku terlambat datang di Muara Angke. Menurut informasi, sudah 4 kapal yang berangkat. Tapi rupanya itu belum cukup. Senangnya masih bisa terangkut oleh kapal yang ke 5, walau tujuan sebenarnya dari kapal yang aku tumpangi adalah Pulau Panggang dan Pulau Pramuka.
Industri pariwisata lebih terlihat mandiri, karena warga kepulauan mempromosikan kepulauan seribu secara swadaya. Menurut informasi, lewat jaringan sosial facebook mereka tertarik untuk datang ke Pulau Tidung. Entah siapa yang mengekspos, aku belum sempat mencari tahu profilnya di FB.
Hari Sabtu jam 11.35 kapal yang aku tumpangi sudah merapat. Berbarengan dengan sebuah kapal penumpang yang berangkat dari Tanjung Kait, Tangerang. Kapal itu juga penuh. Suasana dermaga ramai sekali. Dari seorang warga, tercatat ada 800 orang yang datang dan mereka menginap di rumah - rumah penduduk.
Benar saja, sore yang cerah di Tanjongan ramai oleh pengunjung. Ada yang jajan, bermain voli pantai, snorkeling, foto-foto, atau sekedar berjalan menyusuri pantai dan jembatan sepanjang 500 meter menuju pulau Tidung Kecil. Hampir semuanya datang menggunakan sepeda sewaan yang jumlahnya mencapai ratusan. Kalau dulu aku bisa mengendarai sepeda motor hingga pulau Tidung Kecil, sekarang nampaknya sudah tidak diizinkan lagi.
Dafa bergaya dengan Azkia yg digendong tante Lina.
Waktunya kembali pulang...sudah sore. Sempet ambil beberapa foto lagi. Buat dokumen pribadi. Juga ada titipan dari pak Haji Mulyo, buat mencari informasi seputar penginapan di pulau Tidung. Ada penginapan 5 saudara, penginapan sederhana Lila, juga rumah - rumah penduduk yang biasa digunakan untuk menginap pengunjung, dikoordinir oleh LPM pulau Tidung, termasuk rumah Isteriku.
Setelah sempat melihat informasi dari vivanews, kuteruskan update fbku, dilanjutkan membaca Email yahooku. Ada beberapa yang ku cermati, undangan arisan Cimart, Mobil BMW bekas, berita ambruknya sebuah jembatan dekat RS Medika yang sampai akhirnya cuma rusak ( ternyata ), dan masih banyak lagi.
Ada satu thread yang menarik, ajakan untuk berwisata ke pulau Pramuka dan pulau Tidung. Wah kebenaran sekali. Sabtu pagi nanti ada rencana menyusul keluarga ke sana.
" Permisi...., ada orang di rumah ?", sebuah suara mengagetkan aku. Segera saja aku beranjak.
" Ada ", jawabku. Ternyata mba Rose, seorang teman isteriku datang. " Silahkan mba, ada yang mau diambil lagi ?, tanyaku. " Iya, pa. Ibunya ngga ada ya?", jawabnya." Ngga, saya telepon dulu ya ", kataku sambil meraih hp.
Tapi rupanya kurang beruntung, mba yang satu ini sudah lebih dulu menelepon isteriku. Ya sudah. Alhamdulillah, dagangan baju anak branded isteriku banyak diminati. Satu folder bukti pengiriman ke banyak daerah di Indonesia sudah penuh. Setiap Minggu jadi pedagang kakilima di pasar Festival Jababeka hampir jadi kegiatan rutin kami.
Sudah 2 bulan ini isteri berhenti bekerja, repot mengurusi permintaan lewat kidzbrandedshopnya. Ditambah lagi mulai adanya buah hati kami yang kedua dalam kandungannya. Ya sudah, diputuskan buat berhenti bekerja.
Semuanya berubah...
Ngidam yang satu ini lucu juga, mual melihat dagangan dan fb. Jadinya ya terlantar komoditi sampingan kami. Ngga kehitung SMS yang masuk, belum lagi telepon, inbox, yang menanyakan kondisi isteri. Untungnya semua klien kami yang semuanya kebanyakan ibu - ibu ngerti bagaimana rasanya orang ngidam.
Pulau Tidung
Sekarang sudah ada peningkatan pengunjung. Hari Sabtu aku terlambat datang di Muara Angke. Menurut informasi, sudah 4 kapal yang berangkat. Tapi rupanya itu belum cukup. Senangnya masih bisa terangkut oleh kapal yang ke 5, walau tujuan sebenarnya dari kapal yang aku tumpangi adalah Pulau Panggang dan Pulau Pramuka.
Industri pariwisata lebih terlihat mandiri, karena warga kepulauan mempromosikan kepulauan seribu secara swadaya. Menurut informasi, lewat jaringan sosial facebook mereka tertarik untuk datang ke Pulau Tidung. Entah siapa yang mengekspos, aku belum sempat mencari tahu profilnya di FB.
Hari Sabtu jam 11.35 kapal yang aku tumpangi sudah merapat. Berbarengan dengan sebuah kapal penumpang yang berangkat dari Tanjung Kait, Tangerang. Kapal itu juga penuh. Suasana dermaga ramai sekali. Dari seorang warga, tercatat ada 800 orang yang datang dan mereka menginap di rumah - rumah penduduk.
Benar saja, sore yang cerah di Tanjongan ramai oleh pengunjung. Ada yang jajan, bermain voli pantai, snorkeling, foto-foto, atau sekedar berjalan menyusuri pantai dan jembatan sepanjang 500 meter menuju pulau Tidung Kecil. Hampir semuanya datang menggunakan sepeda sewaan yang jumlahnya mencapai ratusan. Kalau dulu aku bisa mengendarai sepeda motor hingga pulau Tidung Kecil, sekarang nampaknya sudah tidak diizinkan lagi.
Dafa bergaya dengan Azkia yg digendong tante Lina.
Ngga keliatan ...voley pantai...
Waktunya kembali pulang...sudah sore. Sempet ambil beberapa foto lagi. Buat dokumen pribadi. Juga ada titipan dari pak Haji Mulyo, buat mencari informasi seputar penginapan di pulau Tidung. Ada penginapan 5 saudara, penginapan sederhana Lila, juga rumah - rumah penduduk yang biasa digunakan untuk menginap pengunjung, dikoordinir oleh LPM pulau Tidung, termasuk rumah Isteriku.
Kamis, 13 Mei 2010
Kembali Sebentar
Ahh.... senangnya....
Hati ini berbunga kembali, sekian lama tak bercengkrama, rindu dendam dengan yang satu ini. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan merasa senang, bisa menulis lagi diblog.
Aku terbangun dari tidur siang, setelah seorang anak berusia 4,5 tahun tiba - tiba saja jatuh menimpa tubuhku yang tengah terbaring. " Aku injek-injek ya pah ...", katanya. Sempat kulirik jam dengan angka - angka arab yang terpampang di dinding kamar, pukul 13.30 siang. Segera saja aku rubah posisi berbaring menjadi tertelungkup, posisi siap "diinjek".
Tak lama setelah selesai ritual membangunkan yang sedang tidur, aku beranjak dari pembaringan menuju kamar mandi. Awalnya ingin mandi, tetapi setelah terkena percikan air, batal semuanya. Aku hanya menyikat gigi dan segera berwudhuk.
Ada beberapa titik yang bocor, aku berguman. Bulan ini sudah beberapa hari berturut - turut turun hujan. Baru satu kali naik untuk membersihkan daun - daun kering yang menutupi asbes. Masih sulit untuk mendeteksi lewat mana air hujan masuk pada titik - titik rawan bagian atas rumah.Rencananya sore ini, ba'da Maghrib isteriku tercinta mengijinkan aku memiliki tangga alumunium yang sering aku amati setiap menemaninya sigtseing di Car***** Cikarang.
Okelah kalau beg beg begitu.
Di luar langit masih gelap. Bibi selesai menyeterika pakaian, memaksakan diri untuk pulang. Kembali pada keheningan. Mamah sedang menonton acara di TV, dafa bermain dirumah tetangga. Sambil meneruskan membuat tulisan ini, aku lihat mamah beranjak ke dapur, dan tak lama segelas kapucino sudah terhidang di sebelah MSI Ex400. Terima kasih sayang.....
Aku rasa saat ini cukup sudah untuk sekedar " temu-kangen" dengan karibku. Insya Allah disambung lagi lain waktu. Orang yg pandai adalah yang mampu mengendalikan diri. Mengakui kesalahan dan segera meminta maaf adalah keberanian. Terima kasih sudah mengingatkan dalam status facebooknya, seorang sahabat mengatakan, bahwa segala kemudahan datang dari Sang Maha Pencipta.
Salam buat semua sahabat, rekan kerja dan teman-teman bloger Cikarang, I love u all. ( especially my Family )
Hati ini berbunga kembali, sekian lama tak bercengkrama, rindu dendam dengan yang satu ini. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan merasa senang, bisa menulis lagi diblog.
Aku terbangun dari tidur siang, setelah seorang anak berusia 4,5 tahun tiba - tiba saja jatuh menimpa tubuhku yang tengah terbaring. " Aku injek-injek ya pah ...", katanya. Sempat kulirik jam dengan angka - angka arab yang terpampang di dinding kamar, pukul 13.30 siang. Segera saja aku rubah posisi berbaring menjadi tertelungkup, posisi siap "diinjek".
Tak lama setelah selesai ritual membangunkan yang sedang tidur, aku beranjak dari pembaringan menuju kamar mandi. Awalnya ingin mandi, tetapi setelah terkena percikan air, batal semuanya. Aku hanya menyikat gigi dan segera berwudhuk.
Ada beberapa titik yang bocor, aku berguman. Bulan ini sudah beberapa hari berturut - turut turun hujan. Baru satu kali naik untuk membersihkan daun - daun kering yang menutupi asbes. Masih sulit untuk mendeteksi lewat mana air hujan masuk pada titik - titik rawan bagian atas rumah.Rencananya sore ini, ba'da Maghrib isteriku tercinta mengijinkan aku memiliki tangga alumunium yang sering aku amati setiap menemaninya sigtseing di Car***** Cikarang.
Okelah kalau beg beg begitu.
Di luar langit masih gelap. Bibi selesai menyeterika pakaian, memaksakan diri untuk pulang. Kembali pada keheningan. Mamah sedang menonton acara di TV, dafa bermain dirumah tetangga. Sambil meneruskan membuat tulisan ini, aku lihat mamah beranjak ke dapur, dan tak lama segelas kapucino sudah terhidang di sebelah MSI Ex400. Terima kasih sayang.....
Aku rasa saat ini cukup sudah untuk sekedar " temu-kangen" dengan karibku. Insya Allah disambung lagi lain waktu. Orang yg pandai adalah yang mampu mengendalikan diri. Mengakui kesalahan dan segera meminta maaf adalah keberanian. Terima kasih sudah mengingatkan dalam status facebooknya, seorang sahabat mengatakan, bahwa segala kemudahan datang dari Sang Maha Pencipta.
Salam buat semua sahabat, rekan kerja dan teman-teman bloger Cikarang, I love u all. ( especially my Family )
Minggu, 11 April 2010
23.31
Jam menunjukan pukul 23.31. Setelah lebih dari 3 bulan lamanya, aku meninggalkan blog yang aku banggakan. Bukan cuma karena kesibukan saja, tapi lebih dari itu. Saat ini dafa dan mamah sudah tertidur lelap. Sejak sekitar 2 jam yang lalu. Siaran TV yang juga jarang aku tonton sudah lama aku matikan.
Pagi tadi, kami kembali menggelar kidzbrandedshop di area kakilima di depan Tropikana Botanical Garden, Jababeka Cikarang. Ini adalah minggu kedua kami, setelah hampir lebih 2 bulan kami tidak menggelar dagangan. Saat itu, lokasi pasar masih berada di lokasi yang belum dibangun Movieland, di area kiri jalan dari arah Kasuari Raya menuju bunderan Golf. Menurut sumber yang kurang jelas, rencananya pasar festifal ini akan berpindah tempat lagi ke depan kolam renang lapangan golf Jababeka. Sama-sama kita lihat saja nanti.
Alhamdulillah...ada beberapa yang laku terjual.
Matahari belum tinggi, tetapi setelah menyantap soto ayam dan membeli mainan panah dan tembakan buat Dafa, kami beranjak pulang.
Kecewa juga hati, ternyata impian kami untuk menempati sebuah ruko yang tengah dibangun, gagal. Pemiliknya terpaksa memberikan hak sewa kepada yang lain, dengan alasan kebutuhan dana. Kami juga terpaksa harus cari tempat lain yang sesuai.
Perjalanan masih panjang, masih harus bekerja dengan ikhlas dan berdoa. Amin...ya Robbal'alamin..
Pagi tadi, kami kembali menggelar kidzbrandedshop di area kakilima di depan Tropikana Botanical Garden, Jababeka Cikarang. Ini adalah minggu kedua kami, setelah hampir lebih 2 bulan kami tidak menggelar dagangan. Saat itu, lokasi pasar masih berada di lokasi yang belum dibangun Movieland, di area kiri jalan dari arah Kasuari Raya menuju bunderan Golf. Menurut sumber yang kurang jelas, rencananya pasar festifal ini akan berpindah tempat lagi ke depan kolam renang lapangan golf Jababeka. Sama-sama kita lihat saja nanti.
Alhamdulillah...ada beberapa yang laku terjual.
Matahari belum tinggi, tetapi setelah menyantap soto ayam dan membeli mainan panah dan tembakan buat Dafa, kami beranjak pulang.
Kecewa juga hati, ternyata impian kami untuk menempati sebuah ruko yang tengah dibangun, gagal. Pemiliknya terpaksa memberikan hak sewa kepada yang lain, dengan alasan kebutuhan dana. Kami juga terpaksa harus cari tempat lain yang sesuai.
Perjalanan masih panjang, masih harus bekerja dengan ikhlas dan berdoa. Amin...ya Robbal'alamin..
Jumat, 25 Desember 2009
Di sana
Di tengah kebisingan dan hiruk pikuk kejadian dan berita yang membuat kita jenuh, tanggal 18 Desember 2009, bersama dengan 15 orang teman kerja, aku berlayar ke sebuah pulau di sebelah utara Jakarta.
Dua orang teman mengajak serta anaknya, Zahra binti Ganda dan Amel binti Mismanto. Jam sudah menunjuk pukul 07.00 pagi ketika bis " LEMHANAS " yang kami tumpangi bergerak keluar dari halaman parkir karyawan di sebuah perusahaan yang ada di KIIC Karawang Barat.
Beberapa orang teman sempat melakukan panggilan melalui ponsel, sekedar memberi informasi pada keluarga di rumah, kalau mereka sudah berangkat. Pada awal pembicaraan dengan pengemudi bis, yang kuketahui namanya adalah Darsono, kita menetapkan pilihan rute perjalanan melalui tol Jakarta Cikampek, kemudian masuk tol JORR dan diteruskan hingga Bandara Soekarno-Hatta. Namun sayang, esok saat kembali, dia berhalangan untuk menjemput.
Sesaat setelah keluar dari Soekarno-Hatta, bis memutar arah ke kanan, melalui jalanan Kampung Melayu. Tak lama kemudian bis sudah berada di tengah kampung Naga. Penunjuk jalan ke kanan adalah Tanjung Pasir. Aku pernah ke sana dengan beberapa teman mancing, hingga menyewa sebuah perahu ke Untung Jawa. Perjalanan kali ini tidak menyeberang dari Tanjung Pasir, tetapi terus ke Muara Sa'ban di Sepatan, Tagerang.
Jam 9 lewat 15 menit, bis sudah sampai di Muara Sa'ban, Kampung Bahari. Masih jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Jadwal keberangkatan kapal biasanya jam 11 nanti siang. Bis terlanjur masuk ke jalanan menuju pelelangan. Jalanan di sini rusak. Setelah dibantu seorang petugas Hansip, bis berputar kembali setelah menurunkan kami.
Sambil menunggu kedatangan kapal yang ternyata belum tiba, aku dan pa Haji Mul membeli sekitar 30 kg ikan untuk acara bakar ikan di sana. Kakap merah, Ekor kuning, Bawal, Baronang menjadi pilihan kami.
Setelah semua ikan dimasukkan dalam kotak, berikutnya es batu serut. Endang, Udi, Herry dan Juliansyah dengan cepat mencampur ikan-ikan itu dan menguruknya dengan es serut. Perlu 3 orang untuk membawanya ke perahu.
Tampak pelelangan ikan di Muara Sa'ban masih ramai meskipun saat itu sudah pukul 10. Tak lama setelah ikan dibawa ke dekat perahu, kami masih sempat untuk makan siang. Aku kurang berselera, jadi minta makanan dibungkus saja.
Setelah menghabiskan segelas kopi hitam, rupanya perahu yang sudah datang juga telah selesai memuat barang - barang yang akan dibawa. Segera saja kami bergegas. Sesaat seetelah berada dalam perahu, datang sebuah pickup dengan muatan asbes. Wah, nambah muatan lagi nih. Sambil kubantu menyusun papan penutup dak yang sudah bertuliskan nomer, abk menaikan asbes ke atas perahu. Sebentar saja semua selesai. Tepat pukul 11, perahu berlayar menuju laut lepas. Bismillah...
Cuaca bersahabat, sesuai harapan. Matahari terik bersinar. Semua penumpang asik dengan obrolan masing- masing. Aku memilih berdiam di bagian depan, agar tidak terlalu bising oleh suara mesin perahu. Sekitar 1 jam perjalanan laut, sudah banyak teman - tamen yang terlelap.
Hampir jam 1 siang, sudah tampak pulau yang dituju. Kita akan segera berlabuh. Tak lama setelah perahu merapat, seorang anak perempuan menghampiriku. Namanya Devi, dia adik iparku. Setelah memberi salam dan mencium tanganku, seorang tukang becak menghampiri. Dia menanyakan barang bawaan kami, untuk segera diangkut ke rumah. Beberapa teman membantu memuat barang ke becak.
Tiba di rumah. Semua terlihat rapi dan bersih. Ada hidangan di meja. Sayur asem, sambal, krupuk dan perkedel ikan. Mantap...segera setelah sholat kami habiskan hidangan yang tersedia. Sambil menunggu datangnya waktu sholat Ashar, beberapa teman menyiapkan alat pancing. Lainnya melihat pemandangan laut dari halaman samping rumah yang berada sekitar 20 meter dari pantai.
Pemandangan dari halaman samping rumah sempat aku abadikan di sini. Tampak sampan wa' Sura yang sedang ditambatkan. Dari sini juga biasanya aku memandang sunrise, bila cuaca sedang cerah.
Setelah sholat Ashar, kami berangkat ke Tanjongan, sebelah timur pulau dengan berjalan kaki. Sepanjang jalan terlihat teman - teman menikmati pemandangan, sambil bersenda gurau. Tiba di Tanjongan, terlihat ramai. Ini hari pertama libur, hingga 2 hari kedepan.
Serombongan orang bersepeda datang. Dilihat dari penampilannya, sepertinya mereka datang dari luar pulau. Kamera yang menurut taksiranku berharga di atas 10 jutaan, bergelantungan di hampir setiap bahu mereka. Acara mancing akan dimulai....nantikan kelanjutannya.
Dua orang teman mengajak serta anaknya, Zahra binti Ganda dan Amel binti Mismanto. Jam sudah menunjuk pukul 07.00 pagi ketika bis " LEMHANAS " yang kami tumpangi bergerak keluar dari halaman parkir karyawan di sebuah perusahaan yang ada di KIIC Karawang Barat.
Beberapa orang teman sempat melakukan panggilan melalui ponsel, sekedar memberi informasi pada keluarga di rumah, kalau mereka sudah berangkat. Pada awal pembicaraan dengan pengemudi bis, yang kuketahui namanya adalah Darsono, kita menetapkan pilihan rute perjalanan melalui tol Jakarta Cikampek, kemudian masuk tol JORR dan diteruskan hingga Bandara Soekarno-Hatta. Namun sayang, esok saat kembali, dia berhalangan untuk menjemput.
Sesaat setelah keluar dari Soekarno-Hatta, bis memutar arah ke kanan, melalui jalanan Kampung Melayu. Tak lama kemudian bis sudah berada di tengah kampung Naga. Penunjuk jalan ke kanan adalah Tanjung Pasir. Aku pernah ke sana dengan beberapa teman mancing, hingga menyewa sebuah perahu ke Untung Jawa. Perjalanan kali ini tidak menyeberang dari Tanjung Pasir, tetapi terus ke Muara Sa'ban di Sepatan, Tagerang.
Jam 9 lewat 15 menit, bis sudah sampai di Muara Sa'ban, Kampung Bahari. Masih jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Jadwal keberangkatan kapal biasanya jam 11 nanti siang. Bis terlanjur masuk ke jalanan menuju pelelangan. Jalanan di sini rusak. Setelah dibantu seorang petugas Hansip, bis berputar kembali setelah menurunkan kami.
Sambil menunggu kedatangan kapal yang ternyata belum tiba, aku dan pa Haji Mul membeli sekitar 30 kg ikan untuk acara bakar ikan di sana. Kakap merah, Ekor kuning, Bawal, Baronang menjadi pilihan kami.
Setelah semua ikan dimasukkan dalam kotak, berikutnya es batu serut. Endang, Udi, Herry dan Juliansyah dengan cepat mencampur ikan-ikan itu dan menguruknya dengan es serut. Perlu 3 orang untuk membawanya ke perahu.
Tampak pelelangan ikan di Muara Sa'ban masih ramai meskipun saat itu sudah pukul 10. Tak lama setelah ikan dibawa ke dekat perahu, kami masih sempat untuk makan siang. Aku kurang berselera, jadi minta makanan dibungkus saja.
Setelah menghabiskan segelas kopi hitam, rupanya perahu yang sudah datang juga telah selesai memuat barang - barang yang akan dibawa. Segera saja kami bergegas. Sesaat seetelah berada dalam perahu, datang sebuah pickup dengan muatan asbes. Wah, nambah muatan lagi nih. Sambil kubantu menyusun papan penutup dak yang sudah bertuliskan nomer, abk menaikan asbes ke atas perahu. Sebentar saja semua selesai. Tepat pukul 11, perahu berlayar menuju laut lepas. Bismillah...
Cuaca bersahabat, sesuai harapan. Matahari terik bersinar. Semua penumpang asik dengan obrolan masing- masing. Aku memilih berdiam di bagian depan, agar tidak terlalu bising oleh suara mesin perahu. Sekitar 1 jam perjalanan laut, sudah banyak teman - tamen yang terlelap.
Hampir jam 1 siang, sudah tampak pulau yang dituju. Kita akan segera berlabuh. Tak lama setelah perahu merapat, seorang anak perempuan menghampiriku. Namanya Devi, dia adik iparku. Setelah memberi salam dan mencium tanganku, seorang tukang becak menghampiri. Dia menanyakan barang bawaan kami, untuk segera diangkut ke rumah. Beberapa teman membantu memuat barang ke becak.
Tiba di rumah. Semua terlihat rapi dan bersih. Ada hidangan di meja. Sayur asem, sambal, krupuk dan perkedel ikan. Mantap...segera setelah sholat kami habiskan hidangan yang tersedia. Sambil menunggu datangnya waktu sholat Ashar, beberapa teman menyiapkan alat pancing. Lainnya melihat pemandangan laut dari halaman samping rumah yang berada sekitar 20 meter dari pantai.
Pemandangan dari halaman samping rumah sempat aku abadikan di sini. Tampak sampan wa' Sura yang sedang ditambatkan. Dari sini juga biasanya aku memandang sunrise, bila cuaca sedang cerah.
Setelah sholat Ashar, kami berangkat ke Tanjongan, sebelah timur pulau dengan berjalan kaki. Sepanjang jalan terlihat teman - teman menikmati pemandangan, sambil bersenda gurau. Tiba di Tanjongan, terlihat ramai. Ini hari pertama libur, hingga 2 hari kedepan.
Serombongan orang bersepeda datang. Dilihat dari penampilannya, sepertinya mereka datang dari luar pulau. Kamera yang menurut taksiranku berharga di atas 10 jutaan, bergelantungan di hampir setiap bahu mereka. Acara mancing akan dimulai....nantikan kelanjutannya.
Minggu, 13 Desember 2009
5 hari lagiii..
Senin, selasa, rabu, kamis, jum'at pagi jam 5.30 an berangkat...Masih sekitar 5 hari lagi...Teringat lagi, masih ragu sebenarnya, kapan ya terakhir kesana? Kira kira saat Idul Fitri 1428 H. Coba menggali ingatan yang sepertinya sudah mulai lemah ( padahal baru 32 th ). Payah.
Masih ada fotonya ngga ya? Sepertinya masih tersimpan di komputer jadul itu. Belum kupindah. Ada banyak foto di situ. Saat pertama kali punya digital camera merk Ol*****. Kamera digital yang kubeli di ITC Cempaka Mas Cempaka Putih. 2 Mpixel, saat itu tahun 2003 masih tergolong canggih. Saat ini sayangnya sudah ngga bisa dipakai. Ngga tahu dimana bisa diservis. Sekarang sudah banyak kamera digital dengan 12 Mpix yang dijual dengan harga bervariasi.
Berpenghuni sekitar 4000 jiwa, dengan luas kira-kira 106,9 Ha, masih bisa dibilang seimbang kepadatan penduduknya. Ada pula keterangan penduduknya 4160 jiwa. Mulai dihuni secara pasti belum ada keterangan. Informasi yang kudapatkan ada yang bilang tahun 1920, ada pula yang berpendapat adanya jejak peninggalan penjajah portugis ( yang kita tahu sekitar tahun 1500an ). Belum lagi ditambah berita tentang meletusnya gunung Krakatau tahun 1983 yang tentunya menghapus jejak yang terlihat di sana.
Lihat saja, air di sekitar dermaganya masih terlihat hijau kebiruan, masih bersih lagi bila dibandingkan dengan teluk Jakarta.
Pasir yang mengitari pantainya putih berkilau, memantulkan sinar mentari. Berjalan kaki menyusuri conblok, dibawah bayangan nyiur di sepanjang pantai menuju ujung timur, akan terasa sangat mengasyikan.
Diujung timur kita akan sampai pada jembatan kayu ( saat itu ) menyeberang ke pulau yang lebih kecil, namun tak kalah menariknya.
Sudah ada beberapa catatan rencana keberangkatan yang sempat kutulis, ditambah lagi :
Waktu satu hari terasa kurang, tapi apa boleh buat. Teman - teman merasa sehari semalam sudah terasa lama untuk meninggalkan keluarga. Tinggal berdo'a, semoga cuaca tetap bersahabat sampai saatnya kami kembali ke Karawang.
Liputannya insyaAllah akan kucoba kuliput di sini. Silahkan menanti...
Masih ada fotonya ngga ya? Sepertinya masih tersimpan di komputer jadul itu. Belum kupindah. Ada banyak foto di situ. Saat pertama kali punya digital camera merk Ol*****. Kamera digital yang kubeli di ITC Cempaka Mas Cempaka Putih. 2 Mpixel, saat itu tahun 2003 masih tergolong canggih. Saat ini sayangnya sudah ngga bisa dipakai. Ngga tahu dimana bisa diservis. Sekarang sudah banyak kamera digital dengan 12 Mpix yang dijual dengan harga bervariasi.
Berpenghuni sekitar 4000 jiwa, dengan luas kira-kira 106,9 Ha, masih bisa dibilang seimbang kepadatan penduduknya. Ada pula keterangan penduduknya 4160 jiwa. Mulai dihuni secara pasti belum ada keterangan. Informasi yang kudapatkan ada yang bilang tahun 1920, ada pula yang berpendapat adanya jejak peninggalan penjajah portugis ( yang kita tahu sekitar tahun 1500an ). Belum lagi ditambah berita tentang meletusnya gunung Krakatau tahun 1983 yang tentunya menghapus jejak yang terlihat di sana.
Lihat saja, air di sekitar dermaganya masih terlihat hijau kebiruan, masih bersih lagi bila dibandingkan dengan teluk Jakarta.
Pasir yang mengitari pantainya putih berkilau, memantulkan sinar mentari. Berjalan kaki menyusuri conblok, dibawah bayangan nyiur di sepanjang pantai menuju ujung timur, akan terasa sangat mengasyikan.
Diujung timur kita akan sampai pada jembatan kayu ( saat itu ) menyeberang ke pulau yang lebih kecil, namun tak kalah menariknya.
Sudah ada beberapa catatan rencana keberangkatan yang sempat kutulis, ditambah lagi :
- Kendaraan sewa ( bis ) ukuran 27 seat sudah didapat, dengan harga lebih murah dari yang bisa didapat dari PO.
- Rencana kepulangan sudah pasti, karena sesuai dengan adanya reschedule lelang kendaraan eks perusahaan ( banyak peminatnya ) pada tanggal 20 Desember.
Waktu satu hari terasa kurang, tapi apa boleh buat. Teman - teman merasa sehari semalam sudah terasa lama untuk meninggalkan keluarga. Tinggal berdo'a, semoga cuaca tetap bersahabat sampai saatnya kami kembali ke Karawang.
Liputannya insyaAllah akan kucoba kuliput di sini. Silahkan menanti...
Rabu, 09 Desember 2009
9 Desember 2009
Selamat pagi semua...mudah-mudahan selalu dalam lindunganNya...amin...dan mudah-mudahan " Rencana 9 Desember " bisa berbuah positif untuk bangsa dan negara.
Kata - kata itu saya sampaikan dari facebookku. Malam sebelum tidur, sepulang dari tempat kerja. Ada banyak interest pada aksi anti korupsi tanggal 9 Desember 2009 ini. Salah satunya di tempat pa Suparjan, seorang teman dari blogger Cikarang. Juga beberapa berita online di Internet.
Sepertinya semua mata tertuju pada jalannya penegakan hukum di negeri ini, terutama pada kasus korupsi. Tentunya kita berharap semua kasus yang bisa dibawa ke pengadilan tipikor dapat dituntaskan. Harapan dari seorang anak negeri yang lelah melihat begitu banyaknya tipikor terjadi di Indonesia. Rasa malu kita melihat fakta urutan negara korup di dunia, membuat kita, hari ini memperingatinya dengan suka cita.
Ada pendapat, yang mengatakan bahwa korupsi yang terjadi saat ini di Indonesia, merupakan hasil dari pengaruh feodalisme penjajahan sebuah negara Eropa di Indonesia yang sudah berlangsung lama. Selama 350 tahun bangsa kita, yang gemah ripah loh jinawi, ramah tamah, berbudi pekerti luhur, berada dalam masa penjajahan. Saat itu banyak pribumi yang berada dalam lingkaran " Priyayi ", begitu dimanjanya oleh penjajah. Penjajah menciptakan kondisi, dimana para penjilat dan pencari muka begitu teganya memakan daging bangsanya sendiri. Budaya itu mungkin masih bisa kita rasakan saat ini. Korupsi dalam hal ini diartikan, mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan orang banyak. Dapat dikatakan mengambil yang bukan haknya.
Sekarang para pemilik modal besar, kaum kapitalis, merajalela di dunia. Di Indonesia, kita bisa menyaksikan pertarungan pasar - pasar modern besar, yang menggilas pasar tradisional. Jargon politik yang pernah dipakai oleh sebuah partai, untuk memajukan pasar tradisional kurang mendapatkan dukungan. Saat ini kita bisa jadi lebih suka berbelanja di pasar modern dengan segala fasilitasnya, paling tidak bisa mendapatkan harga yang sama disetiap tempat sejenis. Tidak seperti pasar tradisional yang kadang-kadang berbeda harga, antara pedagang, meskipun berada dalam satu lokasi pasar. " Ambil untung sebesar-besarnya, terutama saat permintaan ( demand ) beranjak naik ". Duh...teganya.
Kembali ke topik kita, pertanyaannya ; akankah korupsi di negeri ini bisa terselesaikan dengan merayakan, memperingati, mendengung-dengungkan, mewacanakan, memberitakan dan memeriahkan hari ANTI KORUPSI SEDUNIA ?
Jawabnya terserah anda. Bahkan saya juga yakin bahwa Ngeblog dengan Hari Anti Korupsi Sedunia, juga belum bisa menyelesaikan. Hanya satu yang bisa saya pesankan, " Pelihara anakmu, isterimu, keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya dari batu dan manusia ".
Kata - kata itu saya sampaikan dari facebookku. Malam sebelum tidur, sepulang dari tempat kerja. Ada banyak interest pada aksi anti korupsi tanggal 9 Desember 2009 ini. Salah satunya di tempat pa Suparjan, seorang teman dari blogger Cikarang. Juga beberapa berita online di Internet.
Sepertinya semua mata tertuju pada jalannya penegakan hukum di negeri ini, terutama pada kasus korupsi. Tentunya kita berharap semua kasus yang bisa dibawa ke pengadilan tipikor dapat dituntaskan. Harapan dari seorang anak negeri yang lelah melihat begitu banyaknya tipikor terjadi di Indonesia. Rasa malu kita melihat fakta urutan negara korup di dunia, membuat kita, hari ini memperingatinya dengan suka cita.
Ada pendapat, yang mengatakan bahwa korupsi yang terjadi saat ini di Indonesia, merupakan hasil dari pengaruh feodalisme penjajahan sebuah negara Eropa di Indonesia yang sudah berlangsung lama. Selama 350 tahun bangsa kita, yang gemah ripah loh jinawi, ramah tamah, berbudi pekerti luhur, berada dalam masa penjajahan. Saat itu banyak pribumi yang berada dalam lingkaran " Priyayi ", begitu dimanjanya oleh penjajah. Penjajah menciptakan kondisi, dimana para penjilat dan pencari muka begitu teganya memakan daging bangsanya sendiri. Budaya itu mungkin masih bisa kita rasakan saat ini. Korupsi dalam hal ini diartikan, mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan orang banyak. Dapat dikatakan mengambil yang bukan haknya.
Sekarang para pemilik modal besar, kaum kapitalis, merajalela di dunia. Di Indonesia, kita bisa menyaksikan pertarungan pasar - pasar modern besar, yang menggilas pasar tradisional. Jargon politik yang pernah dipakai oleh sebuah partai, untuk memajukan pasar tradisional kurang mendapatkan dukungan. Saat ini kita bisa jadi lebih suka berbelanja di pasar modern dengan segala fasilitasnya, paling tidak bisa mendapatkan harga yang sama disetiap tempat sejenis. Tidak seperti pasar tradisional yang kadang-kadang berbeda harga, antara pedagang, meskipun berada dalam satu lokasi pasar. " Ambil untung sebesar-besarnya, terutama saat permintaan ( demand ) beranjak naik ". Duh...teganya.
Kembali ke topik kita, pertanyaannya ; akankah korupsi di negeri ini bisa terselesaikan dengan merayakan, memperingati, mendengung-dengungkan, mewacanakan, memberitakan dan memeriahkan hari ANTI KORUPSI SEDUNIA ?
Jawabnya terserah anda. Bahkan saya juga yakin bahwa Ngeblog dengan Hari Anti Korupsi Sedunia, juga belum bisa menyelesaikan. Hanya satu yang bisa saya pesankan, " Pelihara anakmu, isterimu, keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya dari batu dan manusia ".
Senin, 07 Desember 2009
Pulau Tidung
Sudah ngga sabar rasanya untuk sampai pada tanggal 18 Desember 2009. Hari itu berencana dengan ± 20 orang teman dari tempat kerja, untuk mengunjungi pulau tidung. Sampai saat ini jumlahnya belum bisa ditentukan. Pa mul belum kembali dari Mekah. Pa Har belum sempat bertemu untuk diminta kepastiannya. Juga beberapa teman dari partner shift. At least...± 20 orang.
Hasil cari di google dengan kw pulau tidung saat ini bisa didapat banyak hasilnya, dibandingkan beberapa tahun lalu. Hasilnya bisa dilihat disini. Dari beberapa yang sempat dikunjungi, salah satunya adalah http://puloseribu.com/, http://wisataloka.com/, http://kphie.multiply.com/, http://kepulauanseribu.multiply.com/, dan masih ada beberapa lagi. Rupanya potensi daerah pulau tidung mulai dieksploitasi, dalam hal ini adalah industri pariwisata.
Beberapa bloger sudah berkunjung ke daerah yang dulunya belum banyak dikenal orang. Mereka menuliskan hasilnya di blog masing-masing. Untuk http://puloseribu.com/, salah seorang dikenal isteriku sebagai putera daerah, seangkatannya. Dibaca dari tulisannya yang enak dibaca seperti umumnya seorang jurnalis, rupanya memang tepat. Beliau memang bisa disebut sebagai jurnalis, karena memang belajar ilmu jurnalistik.
Kalau dibanding dengan tulisanku...jauh bedanya. He..he..he.. but it's Ok, ngga ada masalah. aku bisa banyak belajar bagaimana tulisan bisa enak dibaca, juga bagaimana pesan yang ingin disampaikan penulis bisa sampai ke pembacanya.
Rencananya laptop kesayangan akan dibawa, untuk bisa tetap mendapatkan informasi dari teman -teman Cikarang. Juga dari Cimart dan milist Cikarang Baru, maklum Hp masih jadul buat akses internet. Lagi pula Hp ngga senyaman menggunakan laptop buat browsing and etc.
Acara yang akan digelar belum matang. Perlu ada meeting. Skenarionya :
Dafa sudah hampir seminggu di sana. Kangen dengar celotehannya. Tunggu papah sayang. Mamah juga ikut kok, tapi kasihan dia, berangkat sendirian dari Muara Angke. I love you, both.
Hasil cari di google dengan kw pulau tidung saat ini bisa didapat banyak hasilnya, dibandingkan beberapa tahun lalu. Hasilnya bisa dilihat disini. Dari beberapa yang sempat dikunjungi, salah satunya adalah http://puloseribu.com/, http://wisataloka.com/, http://kphie.multiply.com/, http://kepulauanseribu.multiply.com/, dan masih ada beberapa lagi. Rupanya potensi daerah pulau tidung mulai dieksploitasi, dalam hal ini adalah industri pariwisata.Beberapa bloger sudah berkunjung ke daerah yang dulunya belum banyak dikenal orang. Mereka menuliskan hasilnya di blog masing-masing. Untuk http://puloseribu.com/, salah seorang dikenal isteriku sebagai putera daerah, seangkatannya. Dibaca dari tulisannya yang enak dibaca seperti umumnya seorang jurnalis, rupanya memang tepat. Beliau memang bisa disebut sebagai jurnalis, karena memang belajar ilmu jurnalistik.
Kalau dibanding dengan tulisanku...jauh bedanya. He..he..he.. but it's Ok, ngga ada masalah. aku bisa banyak belajar bagaimana tulisan bisa enak dibaca, juga bagaimana pesan yang ingin disampaikan penulis bisa sampai ke pembacanya.
Rencananya laptop kesayangan akan dibawa, untuk bisa tetap mendapatkan informasi dari teman -teman Cikarang. Juga dari Cimart dan milist Cikarang Baru, maklum Hp masih jadul buat akses internet. Lagi pula Hp ngga senyaman menggunakan laptop buat browsing and etc.
Acara yang akan digelar belum matang. Perlu ada meeting. Skenarionya :
- Berangkat dari KIIC jam 6.30, dengan kendaraan carter ( ngga ada yang mau cape jadi supir ). Saat perjalanan akan mampir untuk makan siang, ( makanan dibungkus, agar tidak tertinggal jadwal kapal ) ke Muara Sa'ban, Sepatan, Tangerang. Tarif kapal sekali jalan dari sini Rp. 20.000,00 sesuai informasi terakhir yang didapat dari mak, yang sering riwa-riwi saat belanja ke Tangerang. ( sekedar informasi, kalau dari Muara Angke Rp. 33.000,00 ). Sengaja memilih berangkat dari sini, karena jadwal berangkatnya lebih siang ( jam 11.00 ) , sedangkan dari Muara Angke kapal berangkat lebih pagi ( jam 7 an ).
- Bila tiba di tempat pelelangan ikan, belanja untuk acara Ikan Bakar nanti malam, Budgetnya sekitar 500 ribu. Belum bisa ditentukan jenis ikan yang akan dibeli. Di pasar itu juga, akan dibeli kebutuhan disana, diantaranya : Mie instan ( 1 kardus ), Beras 10 Kilo, cabe bawang tomat buat sambel, bumbu dapur untuk nasi goreng, telur ayam dan kecap. Ngga ada yang mau repot bawa belanjaan dari rumah, jadi diputuskan belanja di pasar sepatan.
- Di pulau nanti akan menginap di rumah bapak. Selama 3 hari bapak, ma dan devi nginap di rumah nyai, tepat di sampingnya. Rumah bapak strategis, dilihat dari garis pantai utara pulau. Sekitar 20 meter dari tepi laut. Ombak di sini sudah di tahan oleh kudus ( tumpukan batu karang ) di sekitar 300 meter dari tepi pantai.
- Setelah tiba nanti, malamnya akan diadakan acara makan dengan Ikan bakar. Untuk menu esok harinya : pagi, Nasi goreng atau Mie instan + telur, siangnya sayur asem lauk ikan asin, tempe tahu sambel kerupuk. malamnya kembali Ikan Bakar. Kalau mau juga, Mak menawarkan pepes ikan buatan mak yang sudah kesohor di seantero pulau.
- Untuk yang seneng foto - foto, mancing, berenang, snorking atau pusing, bisa dilakukan. Bagi yang suka camp, bisa dilakukan di pulau tidung kecil ( resiko tanggung sendiri ). Karena khabar angin yang berhembus, daerah ini seram, apalagi dekat dengan makam Panglima Hitam dan sumur tuanya. Hiii...
- Minggu pagi pulang kembali ke Jakarta, bisa lewat Muara Angke, bisa tetap lewat Muara Sa'ban. Kalau dari Muara Sa'ban, ongkosnya ke Kota Bumi Rp.4.000,00. lalu diteruskan ke Kalideres Rp. 4.500,00. Dari Kalideres bisa pilih ke berbagai tujuan ( aku langsung ke Cikarang ).
Dafa sudah hampir seminggu di sana. Kangen dengar celotehannya. Tunggu papah sayang. Mamah juga ikut kok, tapi kasihan dia, berangkat sendirian dari Muara Angke. I love you, both.
Rabu, 02 Desember 2009
2015
Buku itu tergeletak tak jauh dari tempatku berdiri. Ada yang kehilangan buku pastinya. Rasa tertarik membuatku menghampirinya. OKTOBER 2015, judul aneh. Teringat aku saat membaca berita di sebuah koran lokal, telah diputar di bioskop beberapa daerah film dengan judul yang hampir sama, 2012. Bahkan sempat di blog seorang teman di Cikarang mencoba menyampaikan uneg - unegnya.
Ada tambahan kata-kata di bawahnya lagi...IMAM MAHDI AKAN DATANG. Di bawahnya lagi ada bertuliskan Jaber Bolushi. Terakhir ini pasti nama penulisnya.
Setelah aku ambil dan mengamati sampul depan, aku beranjak mencari tempat duduk yang sedikit terhindar dari keramaian sekitar. Sesaat setelah duduk, mulai kulihat halaman pertama. Diterjemahkan dari : Dzuhur al-Mahdi 'am 2015 Nubu'ah Qur'aniyah karya : Jaber Bolushi, 2006. Ah..kukira buku baru. Tetapi pasti ada diantara kita, penggemar buku sekalipun, belum pernah membacanya. Cetakan I : September 2007.
Akan makan waktu lama bila aku membacanya di sini, pikiranku bekerja. Jumlah halamannya...311 dengan indeks. Coba kita lihat bagian belakangnya. Al Jumal Al Taglidi dan Al Jumal Al Saghiri adalah sebuah rumus hitungan angka peninggalan tradisi Arab kuno. Dengan petunjuk angka yang didapat, kita bisa mengetahui tahun terjadinya sebuah peristiwa besar di masa depan.
Ramalan...ya, pasti ramalan. Ada beberapa yang ditulis pada bagian buku itu, diantaranya :
- Ancaman asteroid ke bumi pada tahun 2014, yang menyebabkan bencana alam dahsyat.
- Terjadinya sebuah bencana besar di Jazirah Arab pada tahun 2014.
- Pengusiran bangsa Palestina pada tahun 2008.
- Kedatangan Isa al Masih ( as ) pada tahun 2018.
- Penghancuran Masjid Al Aqsha pada tahun 2019.
- Eksodus bangsa Yahudi secara besar-besaran pada tahun 2019, 2020 dan 2021.
- Direbutnya Al Quds oleh muslimin pada tahun 2022.
- Meletusnya perang dunia III pada tahun 2014. ( ini yang mungkin masih bisa kita saksikan kebenarannya, sepertinya tidak terlalu lama, 5 tahun lagi ).
Sebenarnya buku ini tidak menitik beratkan pada benar dan tidaknya hasil perhitungan, tetapi lebih mencoba menyampaikan ke " Luar biasanya " kitab suci Al Quran. Semua kejadian masa kenabian bisa diketahui waktu terjadinya. Angka didapat dari menghitung surah, dan atau ayat yang menceritakan tentang kejadian itu.
Beberapa kejadian bukan lagi kebetulan. Bukti yang dipaparkan sedemikian banyak, hingga membuat kita ragu, apakah yang demikian banyak itu tetap kita sebut sebagai " KEBETULAN " ? Memang sepanjang kita tahu, para penyair Arab kuno punya kebiasaan untuk mencatat sebuah kejadian penting melalui syair - syair yang berupa kata - kata dalam bahasa mereka. Untuk mengetahuinya tidak cukup hanya dengan Nahwu saja.
Perlu digaris bawahi, begitu luar biasanya Al Quran. Tersirat dan tersurat. Sampai akhir hayat dikandung badan, tidak akan mampu menafsirkan semua, bahkan walau sedikit, apa yang terdapat di dalamnya. Semakin kita banyak bertambah pengetahuan, akan semakin terasa betapa " bodoh " nya kita.
Ya Allah...jangan Engkau jadikan kami termasuk orang - orang yang sombong akan keilmuan kami. Ampuni kami ya Rohman ya Rohim. KepunyaanMu segala yang ada di langit dan bumi, dan di antara keduanya. Amin ya Robbal'alamin....
Ada tambahan kata-kata di bawahnya lagi...IMAM MAHDI AKAN DATANG. Di bawahnya lagi ada bertuliskan Jaber Bolushi. Terakhir ini pasti nama penulisnya.
Setelah aku ambil dan mengamati sampul depan, aku beranjak mencari tempat duduk yang sedikit terhindar dari keramaian sekitar. Sesaat setelah duduk, mulai kulihat halaman pertama. Diterjemahkan dari : Dzuhur al-Mahdi 'am 2015 Nubu'ah Qur'aniyah karya : Jaber Bolushi, 2006. Ah..kukira buku baru. Tetapi pasti ada diantara kita, penggemar buku sekalipun, belum pernah membacanya. Cetakan I : September 2007.
Akan makan waktu lama bila aku membacanya di sini, pikiranku bekerja. Jumlah halamannya...311 dengan indeks. Coba kita lihat bagian belakangnya. Al Jumal Al Taglidi dan Al Jumal Al Saghiri adalah sebuah rumus hitungan angka peninggalan tradisi Arab kuno. Dengan petunjuk angka yang didapat, kita bisa mengetahui tahun terjadinya sebuah peristiwa besar di masa depan.
Ramalan...ya, pasti ramalan. Ada beberapa yang ditulis pada bagian buku itu, diantaranya :
- Ancaman asteroid ke bumi pada tahun 2014, yang menyebabkan bencana alam dahsyat.
- Terjadinya sebuah bencana besar di Jazirah Arab pada tahun 2014.
- Pengusiran bangsa Palestina pada tahun 2008.
- Kedatangan Isa al Masih ( as ) pada tahun 2018.
- Penghancuran Masjid Al Aqsha pada tahun 2019.
- Eksodus bangsa Yahudi secara besar-besaran pada tahun 2019, 2020 dan 2021.
- Direbutnya Al Quds oleh muslimin pada tahun 2022.
- Meletusnya perang dunia III pada tahun 2014. ( ini yang mungkin masih bisa kita saksikan kebenarannya, sepertinya tidak terlalu lama, 5 tahun lagi ).
Sebenarnya buku ini tidak menitik beratkan pada benar dan tidaknya hasil perhitungan, tetapi lebih mencoba menyampaikan ke " Luar biasanya " kitab suci Al Quran. Semua kejadian masa kenabian bisa diketahui waktu terjadinya. Angka didapat dari menghitung surah, dan atau ayat yang menceritakan tentang kejadian itu.
Beberapa kejadian bukan lagi kebetulan. Bukti yang dipaparkan sedemikian banyak, hingga membuat kita ragu, apakah yang demikian banyak itu tetap kita sebut sebagai " KEBETULAN " ? Memang sepanjang kita tahu, para penyair Arab kuno punya kebiasaan untuk mencatat sebuah kejadian penting melalui syair - syair yang berupa kata - kata dalam bahasa mereka. Untuk mengetahuinya tidak cukup hanya dengan Nahwu saja.
Perlu digaris bawahi, begitu luar biasanya Al Quran. Tersirat dan tersurat. Sampai akhir hayat dikandung badan, tidak akan mampu menafsirkan semua, bahkan walau sedikit, apa yang terdapat di dalamnya. Semakin kita banyak bertambah pengetahuan, akan semakin terasa betapa " bodoh " nya kita.
Ya Allah...jangan Engkau jadikan kami termasuk orang - orang yang sombong akan keilmuan kami. Ampuni kami ya Rohman ya Rohim. KepunyaanMu segala yang ada di langit dan bumi, dan di antara keduanya. Amin ya Robbal'alamin....
Senin, 30 November 2009
I just wanna say I love u...
Angka pada speed 89km/jam. Ya Allah..selamatkan dia. Jalan raya pagi itu masih ramai bahkan macet di beberapa titik. Masih berusaha aku menjaga jarak agar dia masih terus terlihat. Aku bersyukur kendaraan tetap memiliki standard kecepatan. Bukan kecepatan tanpa batas. Akhirnya...tiba juga di tujuan. Alhamdulillahi robbil'alamin.
Mungkin pembaca akan bertanya, apa maksudnya?
Biar saja hanya ada di benak penulis.
Matahari sudah beranjak siang. Sempat aku meninggalkan tulisan untuk sholat Dzuhur. Masih coba untuk mencari ketenangan pikiran dan hati. Ini kesalahanku yang kesekian kalinya. Mudah-mudahan tidak berakibat yang lebih buruk lagi.
Kesalahan demi kesalahan akan terus dan senantiasa menyambangi kita. Saat kita mengira bahwa jalan yang kita tempuh benar, ternyata salah. Kesalahan mengintai kita dengan jarak yang kita tidak tahu, jauh atau dekat.
Instropeksi diripun bukannya tidak pernah dilakukan. Seiring kesalahan itu kita ketahui ada, maka instropeksi bagi yang berakal pasti akan dilakukan. Masalahnya adalah, kenapa hal itu terjadi lagi? Ada apa ini.
Cobaan datang tanpa kita sadari. Sudah berusaha. Itu saja bukan hal penting. Berusaha mendapatkan bukan hal yang mudah. Tetapi menjaga apapun yang sudah kita dapatkan....ini jauh lebih sulit. Sulit sekali.
Mencoba menggunakan sistem pemecahan masalah, bisa mengetahui akar permasalahannya. Kita sendiri penyebabnya. Lantas bagaimana? Perlu perubahan yang jelas. Konsisten dan konsekuen. Kontinyu dan komprehensif. Segala macam istilah yang ada di kamus.
Persoalannya bukan menang dan kalah. Ini adalah sesuatu yang lebih dari itu. Kemenangan hanyalah sub darinya ( atau sebaliknya ? ). Inilah yang disebut sebagai Kebahagiaan
Nb:
Berusahalah sebagai yang terbaik untuknya. Manjakan, hormati, hargai. Tapi ini bukan berarti memenuhi semua keinginannya ( nah loh ). Bisa ngga ya?
Terpenting, cobalah selalu berfikir sebelum bertindak. Kita ngga akan pernah tahu dimana Mood nya berada.
I just wanna say I love u...I just wanna say I love u....I just wanna say I love u...I love u....
Mungkin pembaca akan bertanya, apa maksudnya?
Biar saja hanya ada di benak penulis.
Matahari sudah beranjak siang. Sempat aku meninggalkan tulisan untuk sholat Dzuhur. Masih coba untuk mencari ketenangan pikiran dan hati. Ini kesalahanku yang kesekian kalinya. Mudah-mudahan tidak berakibat yang lebih buruk lagi.
Kesalahan demi kesalahan akan terus dan senantiasa menyambangi kita. Saat kita mengira bahwa jalan yang kita tempuh benar, ternyata salah. Kesalahan mengintai kita dengan jarak yang kita tidak tahu, jauh atau dekat.
Instropeksi diripun bukannya tidak pernah dilakukan. Seiring kesalahan itu kita ketahui ada, maka instropeksi bagi yang berakal pasti akan dilakukan. Masalahnya adalah, kenapa hal itu terjadi lagi? Ada apa ini.
Cobaan datang tanpa kita sadari. Sudah berusaha. Itu saja bukan hal penting. Berusaha mendapatkan bukan hal yang mudah. Tetapi menjaga apapun yang sudah kita dapatkan....ini jauh lebih sulit. Sulit sekali.
Mencoba menggunakan sistem pemecahan masalah, bisa mengetahui akar permasalahannya. Kita sendiri penyebabnya. Lantas bagaimana? Perlu perubahan yang jelas. Konsisten dan konsekuen. Kontinyu dan komprehensif. Segala macam istilah yang ada di kamus.
Persoalannya bukan menang dan kalah. Ini adalah sesuatu yang lebih dari itu. Kemenangan hanyalah sub darinya ( atau sebaliknya ? ). Inilah yang disebut sebagai Kebahagiaan
Nb:
Berusahalah sebagai yang terbaik untuknya. Manjakan, hormati, hargai. Tapi ini bukan berarti memenuhi semua keinginannya ( nah loh ). Bisa ngga ya?
Terpenting, cobalah selalu berfikir sebelum bertindak. Kita ngga akan pernah tahu dimana Mood nya berada.
I just wanna say I love u...I just wanna say I love u....I just wanna say I love u...I love u....
Kamis, 26 November 2009
Begining 26 Nopember 2009
Malam makin larut. Sepi. Mamah dah tidur saat aku tiba di rumah. Juga Dafa. Kupandangi dua hatiku tertidur dengan lelapnya. Anak itu sudah besar. Ah...aku menghela nafas panjang. Terbayang dalam ingatan 4 tahun silam. Saat dia lahir ke dunia ini, memulai hari - harinya menemani kami.

27 Nopember 2009 nanti dia akan memasuki usianya yang ke 4. Masih memandang tubuhnya yang sudah terlihat bertambah tinggi, kembali aku menarik nafas. Kali ini lebih panjang dari sebelumnya. Berbagai khayal dan impianku untuknya. Diselingi dengan doa yang terpanjatkan dalam hati dan dengan lirih terucapkan. Ya Allah ya Rob ku....jadikan dia anak sholeh yang membanggakan kami.
Seekor nyamuk hinggap di lengan kecilnya. Bergegas aku bangkit untuk menghalaunya. Betapa besar anugerah yang sudah Dia berikan kepada kami. Begitu aku dan isteriku menyayanginya, melebihi kecintaan kami pada diri kami.
Tiba - tiba aku tersentak. Ingatanku melayang jauh ke kampung halaman. Ibuku, ayahku. Tidak dapat aku kira betapa besar sayang mereka yang telah merawatku selama dalam asuhan. Mama mengajari aku untuk bisa hidup rukun dengan saudara - saudaraku. Bapak memberikan keteladanan dalam masa hidupnya yang tidak berubah hingga akhir hidupnya, meninggal karena sakit, setelah dirawat selama 3 hari di rumah sakit." Saling menyayangi dalam kesederhanaan hidup ".
Terima kasih ya Allah, Engkau memberikan aku anugerah hadir di dunia ini dengan orangtua yang menyayangiku.
Malam bertambah larut. Diiring langit tanpa bintang Oscar Band yang kuputar dari jetaudio semakin melambungkan ingatanku saat masa - masa bahagia dengan dua orangtuaku. I miss u mom, dad. I so so so miss u...I love you all..I love bought of u really.
Akupun kembali bersyukur memiliki pendamping hidup yang juga begitu menyayangi kedua orangtuaku. Thanks my dear. I love you too. Thinks time to sleep. So tired I felt. Penuh harapan esok akan datang kebahagiaan dari Sang Pencipta. Alhamdulillahirobil'alamin....

27 Nopember 2009 nanti dia akan memasuki usianya yang ke 4. Masih memandang tubuhnya yang sudah terlihat bertambah tinggi, kembali aku menarik nafas. Kali ini lebih panjang dari sebelumnya. Berbagai khayal dan impianku untuknya. Diselingi dengan doa yang terpanjatkan dalam hati dan dengan lirih terucapkan. Ya Allah ya Rob ku....jadikan dia anak sholeh yang membanggakan kami.
Seekor nyamuk hinggap di lengan kecilnya. Bergegas aku bangkit untuk menghalaunya. Betapa besar anugerah yang sudah Dia berikan kepada kami. Begitu aku dan isteriku menyayanginya, melebihi kecintaan kami pada diri kami.
Tiba - tiba aku tersentak. Ingatanku melayang jauh ke kampung halaman. Ibuku, ayahku. Tidak dapat aku kira betapa besar sayang mereka yang telah merawatku selama dalam asuhan. Mama mengajari aku untuk bisa hidup rukun dengan saudara - saudaraku. Bapak memberikan keteladanan dalam masa hidupnya yang tidak berubah hingga akhir hidupnya, meninggal karena sakit, setelah dirawat selama 3 hari di rumah sakit." Saling menyayangi dalam kesederhanaan hidup ".
Terima kasih ya Allah, Engkau memberikan aku anugerah hadir di dunia ini dengan orangtua yang menyayangiku.
Akupun kembali bersyukur memiliki pendamping hidup yang juga begitu menyayangi kedua orangtuaku. Thanks my dear. I love you too. Thinks time to sleep. So tired I felt. Penuh harapan esok akan datang kebahagiaan dari Sang Pencipta. Alhamdulillahirobil'alamin....
Senin, 09 November 2009
9 Nopember 2009
Setelah semalam mendatangi pospol Jababeka untuk memberikan laporan kehilangan stnk, sore ini kembali saya menyempatkan diri mengeksploitasi blog.
Sudah lama ngga diisi. Hanya beberapa kali menyempatkan diri untuk melihat eksistensinya. Sambil buka email dari teman teman Cimart dan milist Cikarang.
Baru saja baca di Antara kalau tim 8 menemui sumber rahasia perkara antara KPK, Polri dan Kejaksaan. Begitu banyak masyarakat yang memperhatikannya. Mungkin menyita banyak waktu kita.
Ingatan kembali ke rencana teman - teman di tempat kerja untuk berakhir tahun di kampung halaman isteri, Pulau Tidung. Tahun ini, 2009. Dari pencarian di google dengan kata pulau tidung, saya melihat ada perbedaan yang signifikan dari hasil yang saya pernah lakukan pertama kali. Saat itu saya pernah menulis tentang pulau tidung dari sudut pandang saya sebagai amatir.
Ada banyak informasi terbaru yang saya dapatkan. Perkembangan yang pesat. Informasi tidak hanya dari masyarakat, juga dari pemerintah ( daerah ) yang sepertinya ingin menjadikannya lebih dari sekedar pulau dengan pemukiman penduduk, tapi menjadi salah satu daerah tujuan wisata.
Melihat hal itu kali ini saya tidak mengulas lagi tentang pulau tidung, lagi pula tidak ada informasi penting ( menurut saya ) yang bisa saya sampaikan.
Btw, sempat beberapa kali mengunjungi teman tanpa meninggalkan comment di blog--blog mereka. Sekedar ingin memastikan teman teman dan keluarga baik-baik saja ( maaf yang ngga saya link,ngga cukup waktu saat ini untuk semua,Insya Allah ). Juga perasaan ngga enak karena lama sekali ngga bisa bantu Cimart, alasannya sibuk. Berangkat pagi pulang malam, sebagai pekerja sebuah pabrik di Karawang. Berusaha memenuhi kewajiban sebagai kepala rumah tangga yang baik, klasik.
Alhamdulillah, segala rasa syukur terucapkan dalam hati atas segala nikmat dan juga kesulitan hidup.
Sudah lama ngga diisi. Hanya beberapa kali menyempatkan diri untuk melihat eksistensinya. Sambil buka email dari teman teman Cimart dan milist Cikarang.
Baru saja baca di Antara kalau tim 8 menemui sumber rahasia perkara antara KPK, Polri dan Kejaksaan. Begitu banyak masyarakat yang memperhatikannya. Mungkin menyita banyak waktu kita.
Ingatan kembali ke rencana teman - teman di tempat kerja untuk berakhir tahun di kampung halaman isteri, Pulau Tidung. Tahun ini, 2009. Dari pencarian di google dengan kata pulau tidung, saya melihat ada perbedaan yang signifikan dari hasil yang saya pernah lakukan pertama kali. Saat itu saya pernah menulis tentang pulau tidung dari sudut pandang saya sebagai amatir.
Ada banyak informasi terbaru yang saya dapatkan. Perkembangan yang pesat. Informasi tidak hanya dari masyarakat, juga dari pemerintah ( daerah ) yang sepertinya ingin menjadikannya lebih dari sekedar pulau dengan pemukiman penduduk, tapi menjadi salah satu daerah tujuan wisata.
Melihat hal itu kali ini saya tidak mengulas lagi tentang pulau tidung, lagi pula tidak ada informasi penting ( menurut saya ) yang bisa saya sampaikan.
Btw, sempat beberapa kali mengunjungi teman tanpa meninggalkan comment di blog--blog mereka. Sekedar ingin memastikan teman teman dan keluarga baik-baik saja ( maaf yang ngga saya link,ngga cukup waktu saat ini untuk semua,Insya Allah ). Juga perasaan ngga enak karena lama sekali ngga bisa bantu Cimart, alasannya sibuk. Berangkat pagi pulang malam, sebagai pekerja sebuah pabrik di Karawang. Berusaha memenuhi kewajiban sebagai kepala rumah tangga yang baik, klasik.
Alhamdulillah, segala rasa syukur terucapkan dalam hati atas segala nikmat dan juga kesulitan hidup.
Jumat, 25 September 2009
Ragunan
Idul Fitri telah beberapa hari berlalu. Suasananya masih menyisakan rasa fitrah dalam hati setiap individu yang berada dalam naunganNya.
Hari ini kami punya rencana mengunjungi salah satu tempat rekreasi di Jakarta. Kebun Binatang Ragunan. Berangkat dari rumah Mbah di Pejambon setelah sholat Dhuhur. Jalanan masih sepi. Tiba di lokasi, suasana masih ramai. Tetapi tidak seramai hari pertama lebaran, menurut cerita seorang tetangga. Antrian tiket masuk hanya ada 5 orang. 1 orang dewasa Rp.4.000,00 + Rp. 500,00 untuk asuransi. Jadi total untuk dewasa adalah Rp.4.500,00. Sedangkan untuk anak Rp. 3.000,00 + Rp. 500,00 asuransi. Cukup murah untuk kami.
Selesai membeli tiket, kami bergegas masuk. Ada beberapa anak pramuka yang ikut membantu kelancaran di depan pintu masuk. Yang pertama kami datangi adalah ikan, lalu burung.
Kemudian beruang madu, lalu harimau, unta, dan masih banyak lagi binatang lainnya.
Waktu sholat Ashar. Sangat nyaman sholat berjamaah di musholla yang berada di tepi danau ragunan. Setelah menyaksikan adegan Jumping di tepi danau, kami menyewa perahu dumper. Tiketnya Rp. 20.000,00. Waktu yang disediakan 8 menit. Jika tinggal 2 menit, kami harus kembali ke dermaga, begitulah instruksi dari petugasnya.
Pukul 17.30, kami pulang. Dafa tertidur karena kelelahan. Sampai dirumah dia segera terbangun dan dengan antusiasnya bercerita pada bule Iin dan Mbah yang tertawa mendengar dan memperhatikan gayanya bercerita. He..he..he..
Kamis, 24 September 2009
Taqoballohu minna wa minkum
Malam takbiran belikan Dafa kembang api di depan ruko Roxy. Tiba di rumah langsung minta dinyalakan. Idul Fitri kali ini kami putuskan untuk tetap berada di Cikarang, tentunya setelah minta izin ke orangtua. Setelah sekitar 5 tahun kami tinggal di sini, belum pernah sekalipun kami berlebaran di Cikarang.
Kali ini bisa terwujud. Pagi nanti akan dilangsungkan sholat Idul Fitri di lapangan fasos Rusa. Setelah tadi sempat melihat di lapangan sudah terpasang tenda Khotib, juga sekat muhrim. Kancil 9 sudah terlihat sepi sejak 2 atau 3 hari lalu. sudah banyak yang pulang ke kampung halaman rupanya.
Sambil menunggu ayam bakar matang, kirim sms ke beberapa teman yang aku punya nomornya. Sambil itu pula harus memperhatikan dafa yang asyik main kembang api.
Wah, sudah matang. Sayang hidangan yang satu ini ngga ke foto. Ngga apa-apa kali ya, yang penting berdoa, berterima kasih pada Allah SWT atas segala limpahan rahmatNya, yang ngga mungkin dapat kita hitung.
Taqoballohu minna wa minkum, Selamat merayakan Idul Fitri, dengan segala doa terpanjatkan dalam hati dan diucapkan, mudah-mudahan kita masih bertemu dengan Ramadhan berikutnya. Amiiin ya Robal 'alamin.
Rabu, 23 September 2009
Yup...cs 1 cikarang
Yup... akhirnya. Hari ini bisa nganter mamah ke tempat kerjanya. Kesiangan. Setelah itu langsung meluncur ke Virgi motor Cikarang. Alhamdullilah, ngga banyak antrian. Lirik jam yang terpampang di dinding sebelah dalam. Ehm, sudah jam 9.15.
Motor cs 1 aku standarin, lepas helm dan melangkah pasti ke loket pendaftaran.
“ Service ( dan ) ganti olienya mba “, aku berucap berusaha jelas agar ngga perlu mengulangi. Ah, dia pasti juga sudah tahu.
“ Namanya siapa ?”, jawabnya langsung bertanya.
“ G. Sujatmiko “, kataku sambil ngasih kunci dan buku servis.
“ Ok pa, olienya sudah harus bayar ya. Biasanya pakai olie apa ? “ tanyanya.
“ Rekomendasinya federal kan? “ tanya jawab tanya.
“ Stoknya lagi habis, kalau olie ahhas......( lupa ) bagaimana ?”, tanya lagi.
“ Ngga papa deh, berapa harganya ?”.
“ Tiga puluh sembilan ribu “.
Aku cuma ngangguk aja.
“ Silahkan tunggu disana “.
Wah nunggu dulu. Ada sekitar 5 orang disana. Sambil duduk di kursi ruang tunggu, aku hitung jumlah pitnya. Ngga seberapa lama pasti diservisnya. Mendadak sakit perut yang tadi diabaikan muncul kembali. Ke toilet dulu ah. Cuma satu????????????? Ada orang di dalamnya dan ada satu orang lagi yang sedang menunggu gilirannya.Langsung balik duduk lagi deh. Pandangan tidak beralih ke tempat lain. Hanya toilet idolaku saat ini.
Ada yang keluar dari toilet. Orang kedua sudah masuk, ngga lama. Dengan bergegas aku keluar ruang tunggu dan segera menuju ke toilet. Yang pertama dilihat klosetnya. Airnya ngga turun. Setelah ditunggu sebentar memang ngga turun turun juga. Ngga jadi kalau begini caranya. Keluar lagi aja. Cari ditempat lain.
“ Mas ada toilet yang lain? “
“ Ada dibelakang “.
Lega mendengarnya. Segera meluncur untuk olah TKP.
Kembali ke ruang tunggu. CS 1 nya sedang diservice. Sambil nunggu nonton berita di TV dan kalau sudah bosen baca Sindo terbitan hari ini. Kritikan buat pemerintah, elit politik, pertumbuhan ekonomi yang lebih kecil dari kuarter 1 2009, apalagi dibanding kuarter 2 tahun 2008, ( ngga sampe 4 % ), teroris Noordin M Top, permintaan panglima TNI agar ada UU yang mengatur keterlibatan TNI dalam penanganan teroris ( belum disetujui DPR ), kontrak kerja sama PT DI ( Dirgantara Indonesia ) untuk pengadaan 10 helicopter dengan PT Bell ( Amrik ), dan terakhir ORI yang laku keras sampai akhir penutupan penjualannya. Yang menarik, sebagian besar pembelinya berusia diatas 40 tahun.
Sudah mulai bosan, ternyata CS 1 sudah selesai. Setelah selesai meletakan koran bukan pada tempatnya, aku berdiri, melangkah kearah pintu, keluar dari ruang tunggu dan berjalan terus menuju kasir.
“ Sudah mba, berapa ?”
“ Tiga puluh sembilan ribu “, rupanya dia hapal denganku. “ Terima kasih “. Katanya lagi.
“ Iya iya “, jawabku sambil menghitung uang kembalian.
Motor cs 1 aku standarin, lepas helm dan melangkah pasti ke loket pendaftaran.
“ Service ( dan ) ganti olienya mba “, aku berucap berusaha jelas agar ngga perlu mengulangi. Ah, dia pasti juga sudah tahu.
“ Namanya siapa ?”, jawabnya langsung bertanya.
“ G. Sujatmiko “, kataku sambil ngasih kunci dan buku servis.
“ Ok pa, olienya sudah harus bayar ya. Biasanya pakai olie apa ? “ tanyanya.
“ Rekomendasinya federal kan? “ tanya jawab tanya.
“ Stoknya lagi habis, kalau olie ahhas......( lupa ) bagaimana ?”, tanya lagi.
“ Ngga papa deh, berapa harganya ?”.
“ Tiga puluh sembilan ribu “.
Aku cuma ngangguk aja.
“ Silahkan tunggu disana “.
Wah nunggu dulu. Ada sekitar 5 orang disana. Sambil duduk di kursi ruang tunggu, aku hitung jumlah pitnya. Ngga seberapa lama pasti diservisnya. Mendadak sakit perut yang tadi diabaikan muncul kembali. Ke toilet dulu ah. Cuma satu????????????? Ada orang di dalamnya dan ada satu orang lagi yang sedang menunggu gilirannya.Langsung balik duduk lagi deh. Pandangan tidak beralih ke tempat lain. Hanya toilet idolaku saat ini.
Ada yang keluar dari toilet. Orang kedua sudah masuk, ngga lama. Dengan bergegas aku keluar ruang tunggu dan segera menuju ke toilet. Yang pertama dilihat klosetnya. Airnya ngga turun. Setelah ditunggu sebentar memang ngga turun turun juga. Ngga jadi kalau begini caranya. Keluar lagi aja. Cari ditempat lain.
“ Mas ada toilet yang lain? “
“ Ada dibelakang “.
Lega mendengarnya. Segera meluncur untuk olah TKP.
Kembali ke ruang tunggu. CS 1 nya sedang diservice. Sambil nunggu nonton berita di TV dan kalau sudah bosen baca Sindo terbitan hari ini. Kritikan buat pemerintah, elit politik, pertumbuhan ekonomi yang lebih kecil dari kuarter 1 2009, apalagi dibanding kuarter 2 tahun 2008, ( ngga sampe 4 % ), teroris Noordin M Top, permintaan panglima TNI agar ada UU yang mengatur keterlibatan TNI dalam penanganan teroris ( belum disetujui DPR ), kontrak kerja sama PT DI ( Dirgantara Indonesia ) untuk pengadaan 10 helicopter dengan PT Bell ( Amrik ), dan terakhir ORI yang laku keras sampai akhir penutupan penjualannya. Yang menarik, sebagian besar pembelinya berusia diatas 40 tahun.
Sudah mulai bosan, ternyata CS 1 sudah selesai. Setelah selesai meletakan koran bukan pada tempatnya, aku berdiri, melangkah kearah pintu, keluar dari ruang tunggu dan berjalan terus menuju kasir.
“ Sudah mba, berapa ?”
“ Tiga puluh sembilan ribu “, rupanya dia hapal denganku. “ Terima kasih “. Katanya lagi.
“ Iya iya “, jawabku sambil menghitung uang kembalian.
Selasa, 12 Mei 2009
Yang aku tahu ....blog adalah
Hari ini posting ngga pake gambar. Rasanya seperti makan tanpa garam dan sambel.
Aku beri sedikit tambahan, sepanjang yang aku tahu. Biasanya hal2 yang bersifat umum. Mungkin, bahkan pasti banyak orang yang juga sudah tahu. Informasi berkembang begitu pesat ( teknologi ).
Ada yang dengan cepat melihatnya sebagai peluang, dan dengan cepat memanfaatkannya. Untuk berbagai kepentingan. Bahkan mungkin termasuk hobi, seperti aku. Ada yang melihatnya sebagai sumber inspirasi interpreneur.
Info terakhir : mungkin cara yang dipakai rani bisa juga. Silahkan ke sini
BLOG
Blog merupakan singkatan dari "web log" adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Sejarah
Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.
Komunitas Blogger
Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari para blogger berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.Untuk bisa bergabung di komunitas blogger, biasanya ada semacam syarat atau aturan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk di komunitas tersebut, misalkan berasal dari daerah tertentu.Beberapa jenis komunitas blogger adalah Komunitas Blogger Daerah, yaitu Komunitas Blogger berdasarkan kedaerahan atau wilayah tertentu, Komunitas Blogger Non-Daerah, yang biasanya terbentuk karena kesamaan hobi atau yang lainnya, dan Komunitas Blogger Kampus.
Jenis-jenis blog
Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye).
Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat, dan perbincangan teman.
Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu
Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll.
Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).
Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.
Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).
Blog media: Berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa; biasanya hanya untuk koran atau jaringan televisi
Blog agama: Membahas tentang agama
Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru.
Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.
Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.
Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka
Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek diluar manusia; seperti anjing
Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog)
Blog buram : Kalau di dunia politik ada partai buram, dalam dunia blog juga ada ( barangkali). Isinya ngga jelas. Yang pasti salah satu indikatornya adalah: lama ngga diupdate
Budaya populer
Ngeblog (istilah bahasa Indonesia untuk blogging) harus dilakukan hampir setiap waktu untuk mengetahui eksistensi dari pemilik blog. Juga untuk mengetahui sejauh mana blog dirawat (mengganti template) atau menambah artikel. Sekarang ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di Internet. Dan masih bisa berkembang lagi, karena saat ini ada banyak sekali software, tool, dan aplikasi Internet lain yang mempermudah para blogger (sebutan pemilik blog) untuk merawat blognya.
Resiko kejahatan
Karena blog sering digunakan untuk menulis aktivitas sehari-hari yang terjadi pada penulisnya, ataupun merefleksikan pandangan-pandangan penulisnya tentang berbagai macam topik yang terjadi dan untuk berbagi informasi - blog menjadi sumber informasi bagi para hacker, pencuri identitas, mata-mata, dan lain sebagainya. Banyak berkas-berkas rahasia dan penulisan isu sensitif ditemukan dalam blog-blog. Hal ini berakibat dipecatnya seseorang dari pekerjaannya, diblokir aksesnya, didenda, dan bahkan ditangkap.
Undang-undang
Ada undang - undang blogger yang wajib kita perhatikan sebagai seorang blogger. Adalah Pasal 27 ayat (3) Undang - Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Isinya adalah sebagai berikut :
"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik."
Karena ini sudah menyangkut pasal hukum, maka jelas ada sanksi bagi yang melanggar-nya. Seperti yang tercantum di Pasal 45 UU ITE, sanksi pidana bagi pelanggar pasal 27 ayat (3) diatas tadi adalah penjara enam tahun dan denda maksimal Rp. 1 Miliar. Wow...bisa kita bayangkan kalau uang itu digunakan sebagai modal jualan di Golf Jababeka.
Terakhir tapi bukan terakhir ( gimana sih???? )
Intinya adalah kembali pada pengendalian diri. Jangan mentang-mentang, jangan, jangan, dan jangan. Hormati orang lain, bila kau mau dihormati. ( Kadang kita udah hormat, tapi dia ngga bales hormat, kacian deh lo...). Dua kata yang aku sering bilang sama isteriku tercinta : sabar ikhlas.
Kita kembalikan semuanya, termasuk kita kepada Allah SWT.
Aku beri sedikit tambahan, sepanjang yang aku tahu. Biasanya hal2 yang bersifat umum. Mungkin, bahkan pasti banyak orang yang juga sudah tahu. Informasi berkembang begitu pesat ( teknologi ).
Ada yang dengan cepat melihatnya sebagai peluang, dan dengan cepat memanfaatkannya. Untuk berbagai kepentingan. Bahkan mungkin termasuk hobi, seperti aku. Ada yang melihatnya sebagai sumber inspirasi interpreneur.
Info terakhir : mungkin cara yang dipakai rani bisa juga. Silahkan ke sini
BLOG
Blog merupakan singkatan dari "web log" adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Sejarah
Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.
Komunitas Blogger
Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari para blogger berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.Untuk bisa bergabung di komunitas blogger, biasanya ada semacam syarat atau aturan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk di komunitas tersebut, misalkan berasal dari daerah tertentu.Beberapa jenis komunitas blogger adalah Komunitas Blogger Daerah, yaitu Komunitas Blogger berdasarkan kedaerahan atau wilayah tertentu, Komunitas Blogger Non-Daerah, yang biasanya terbentuk karena kesamaan hobi atau yang lainnya, dan Komunitas Blogger Kampus.
Jenis-jenis blog
Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye).
Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat, dan perbincangan teman.
Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu
Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll.
Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).
Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.
Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).
Blog media: Berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa; biasanya hanya untuk koran atau jaringan televisi
Blog agama: Membahas tentang agama
Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru.
Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.
Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.
Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka
Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek diluar manusia; seperti anjing
Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog)
Blog buram : Kalau di dunia politik ada partai buram, dalam dunia blog juga ada ( barangkali). Isinya ngga jelas. Yang pasti salah satu indikatornya adalah: lama ngga diupdate
Budaya populer
Ngeblog (istilah bahasa Indonesia untuk blogging) harus dilakukan hampir setiap waktu untuk mengetahui eksistensi dari pemilik blog. Juga untuk mengetahui sejauh mana blog dirawat (mengganti template) atau menambah artikel. Sekarang ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di Internet. Dan masih bisa berkembang lagi, karena saat ini ada banyak sekali software, tool, dan aplikasi Internet lain yang mempermudah para blogger (sebutan pemilik blog) untuk merawat blognya.
Resiko kejahatan
Karena blog sering digunakan untuk menulis aktivitas sehari-hari yang terjadi pada penulisnya, ataupun merefleksikan pandangan-pandangan penulisnya tentang berbagai macam topik yang terjadi dan untuk berbagi informasi - blog menjadi sumber informasi bagi para hacker, pencuri identitas, mata-mata, dan lain sebagainya. Banyak berkas-berkas rahasia dan penulisan isu sensitif ditemukan dalam blog-blog. Hal ini berakibat dipecatnya seseorang dari pekerjaannya, diblokir aksesnya, didenda, dan bahkan ditangkap.
Undang-undang
Ada undang - undang blogger yang wajib kita perhatikan sebagai seorang blogger. Adalah Pasal 27 ayat (3) Undang - Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Isinya adalah sebagai berikut :
"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik."
Karena ini sudah menyangkut pasal hukum, maka jelas ada sanksi bagi yang melanggar-nya. Seperti yang tercantum di Pasal 45 UU ITE, sanksi pidana bagi pelanggar pasal 27 ayat (3) diatas tadi adalah penjara enam tahun dan denda maksimal Rp. 1 Miliar. Wow...bisa kita bayangkan kalau uang itu digunakan sebagai modal jualan di Golf Jababeka.
Terakhir tapi bukan terakhir ( gimana sih???? )
Intinya adalah kembali pada pengendalian diri. Jangan mentang-mentang, jangan, jangan, dan jangan. Hormati orang lain, bila kau mau dihormati. ( Kadang kita udah hormat, tapi dia ngga bales hormat, kacian deh lo...). Dua kata yang aku sering bilang sama isteriku tercinta : sabar ikhlas.
Kita kembalikan semuanya, termasuk kita kepada Allah SWT.
Rabu, 29 April 2009
Jalan alternatif 1, 2, 3 dst
Selalu kita harus berfikir, lunak dan keras untuk menghadapi pelbagai persoalan yang menghimpit dan menghadang. Persoalan muncul sesaat kita menemui hal yang kita tidak inginkan, tidak ideal, tak sesuai dengan harapan.
Kalau seorang operator mesin, distandarkan untuk Stop, Call and Wait bila ada kerusakan mesin. Untuk seorang kantoran mungkin akan menambahkan catatan, bila terjadi hal diluar dugaan, utamanya bila belum ada prosedur penanganannya. Selanjutnya akan dibahas bersama dalam meeting.
Bloger, akan terus mengutak utik bila ada yang dirasa kurang dalam tampilan,edit naskah, termasuk menyunting hasil copas.
Pagi ini aku sengaja lewat jalan alternatif, saat mengantar isteriku. Beda dari jalan bagus mulus, jalan yang dilewati penuh liku dan tentunya...lubang.
Setelah melewati Kawasan Jababeka 2 dekat WTP. Langsung bertemu lagi dengan Kali Malang. Kuikuti terus jalan tepi Irigasi ini, hingga harus menyeberangi Kali Malang, melewati Kantor Kepala Desa Wangun Harja.
Terlihat ada banyak ( karena lebih dari satu ) rumah kontrakan berpetak seperti sawah. Setelah itu jalan bercabang. Dari penunjuk arah, ke kanan kearah EJIP. Berarti aku harus belok kanan.
Ohh...ini berarti aku berada diluar pagar Mulia Keramik. Pasti akan menyeberangi jalan tol. Benar kan....
Jalan masih rusak, walau ada perbaikan dari warga, mengeraskan jalan dengan campuran semen dan pasir. Mereka menyediakan ember untuk menerima sumbangan sekedarnya dari pengendara motor yang lewat.
Ngga sampai 5 menit jalan kekiri dengan turunan ± 50 derajat,
sampailah kita menembus kawasan EJIP. Langsung mencari Jalan Meranti 2. Sampai deh.
Tulisan ini disertai rasa terima kasih untuk warga Wangun Harja
Langganan:
Postingan (Atom)








