Selasa, 07 April 2009

Pulang malam


Pulang malam lagi untuk yang kesekian kalinya.
Banyak dialami pekerja, utamanya untuk mereka yang harus mengikuti peraturan perusahaan. Sedih bila dibayangkan, apalagi bila perjalanan diiringi oleh hujan.

Sesaat setelah belok memasuki gerbang President University, terlihat kerumunan warga yang menggelar doa bersama untuk Pemilu 2009, dilanjutkan dengan pemutaran film tancep alias layar tancep.

Sempet ambil sebuah gambar. Tapi sayang, amatir. Ngga jelas tampak di monitor ukuran 8.9. Perlu bantuan isteri buat edit. Dia ahlinya soal itu.

Ngga perlu lama-lama. Isteri dan anak menunggu di rumah.

Senin, 06 April 2009

Perjuangan

Wah...
Seperti diawal awal yang lain, pertama kali biasakan minta maaf.
Kenapa ya, terkadang sulit menyelaraskan plain/schedule dengan actual.
Padahal plainingnya ngga terlalu njelimet kaya schedule maha njelimetnya di tempat kerja,yang biasanya mulai dari draft, revisi dan revisi.
Saking njelimetnya, untuk memudahkan kita copas dari yang lama, tinggal ganti datenya doang.

Atau kita kurang konsen dan konsisten. Terbiasa menunda nunda. Termasuk budaya jam karetnya sebagian ( besar ) Indonesia. Kita bisa contoh disiplinnya Jepang, tapi bukan budaya harakirinya, yang katanya terus meningkat sejalan krisis gombalisasi.
Ada yang bilang itulah benar ( bukan salah ) satu dari sekian banyak kebenaran tentang perjuangan.

Hidup adalah perjuangan( Narsis ). Kapan akan berakhir?
Hanya Allah yang Mahatahu, kita mohon perlindunganNya.

Senin, 23 Maret 2009

Penyampaian SPT tahunan

Tahun -tahun sebelumnya, ngga ada urusan dengan ini. Semuanya diwakilkan oleh perusahaan, sebagai pemotong pajak. Karena akhirnya banyak karyawan yang bisa lebih " kaya " dari take home pay, munkin lebih "miskin" juga, ini diluar kemampuan perusahaan. Mulai tahun ini, (th pajak 2008), adanya Sunset Policy, perusahaan meminta karyawan membantu program perimerintah.

Sosialisasi di tempat kerja cukup gencar. Sayangnya aku belum tahu, seberapa besar pajak dari perusahaan tempatku bekerja yang disetor ke kantor pajak selama ini. Pasti sangat besar. Sebuah perusahaan otomotif internasional.

Hari ini aku sudah melaksanakan satu kewajibanku terhadap negara. Sempet lihat blog pa Eko soal SPT. Kasih sedikit cerita. Mudah -mudahan semua warga negara bisa ikut melakukannya.
Soal pengawasan, kita serahkan pada institusi yang sudah ada, kalau perlu di tambahkan secara khusus.

Sederhana saja, kita laksanakan kewajiban kita. That's it.