Sabtu, 28 Februari 2009

Jam 3 Sore


Hari ini jam 3 sore, sambil nunggu hujan, isi blog. Pertama isi kolom judul. Ada hal aneh setelah selesai ditulis. Kata-kata berubah menjadi bahasa Malayan. Aku coba rubah model tulisan, masih sama. Ada virus kali, dalam hati. Nadhim coba bantu. Ngga ada hasil.

Coba close dulu ah. Anti virus scan dijalanin. Ngga ada yang ditemuin. Coba buka lagi. Akhirnya....rupanya model tulisannya ngga usah dipilih sama sekali, alias non activ aja. Ahh... bikin bingung aja.

Sebelumnya udah coba upload gambarnya Dafa buat tampil di blog tetangga, tapi ngga ada reaksi. Baru sempet ganti nama doang. Sementara ( sementahun ) diputusin posting gambar anakku di sini aja deh. Mudah-mudahan ngga ada yang keberatan.
Salam kompak untuk temen-temen Bloger Cikarang, kapan2 bisa nanya banyak hal yang aku ngga tahu soal TI.

Kamis, 26 Februari 2009

Pulau Tidung

Saat beristirahat, sebelum sampai ke Tidung Kecil


Masih tentang pulau Tidung, ada beberapa foto yang sempat aku abadikan saat berlangsungnya lamaran untuk isteriku tercinta.
Ini juga sempat aku ambil saat ulang tahun Devi. Kalau lihat tanggalnya, 1 Januari 2004. Mungkin salah setting tanggal waktu pake kamera digitalku yang pertama, Ollympus. Saat aku tulis ini kamera itu sudah rusak. Mungkin juga ada pembaca yang bisa kasih saran atau berbaik hati untuk mbenerin kameraku. Terima kasih.

Kancil

Sikancilanaknakalsukamencuriketimunayolekasdikurungjangandiberiampun. Ngga susah bacanya kan??
Tulisan ini buat memudahkan pembaca menemukan blog kami, lagu ini juga suka dinyanyikan mamah saat meninabobokan Dafa. Selain lagu-lagu lain tentunya.

Undangan di Karawang

Mamah menyempatkan dirinya buat aku foto, sesaat ketika dia sedang berdandan di muka cermin. Hari Minggu ada undangan buat menghadiri pernikahan Sigit & Herna di Karawang.


Sempat mampir ke Plaza Jababeka buat keperluannya ( Mamah ). Katanya biar aku ngga malu. Akhirnya sampe di tempat acara udah lewat adzan dhuhur. Seperti biasa kami kesasar dulu. Padahal udah pernah kesana.

Selesai foto-foto sama penganten, langsung cabut kerumah konco-konco di perum Peruri Teluk Jambe. Ke rumah Mas Wahyu. Pa Nadhim ngga di rumah, lembur.

Langsung numpang sholat Dhuhur di rumah Mas Wahyu.

Dafa sempet maen sama Kahfi, Audzan, Ajil, Syifa dan 'Alam. Yang tiga terakhir anak Pa Nadhim.

Kahfi

Masuk waktu Ashar hujan. Mas Wahyu nekat ngajak jamaah di Masjid Puri. Pinjem payung pa Nadhim ( yang ngasi pinjem isterinya, Pa Nadhim lembur ). Kahfi minta ikut, karena liat Dafa ikut. Wah... gendong deh.


Audzan dorong mobil


Nunggu hujan ngga berhenti. Pas gerimis nekat langsung balik ke Cikarang. Dingin...

Rabu, 25 Februari 2009

Lebaran tahun 2009



Wah....lagi iseng nemu gambar angkutan lebaran. Yang lebih iseng lagi.. hari gini cari gambar lebaran...

Seingat aku, ini gambar kiriman email dari teman di tempatku kerja. Memang kalau dipikir sungguh sangat tidak manusiawi. Tapi kalau mereka yang menggunakannya tidak merasa dipaksa ( selain oleh keadaan ) ya...sah-sah saja lah....

Pulau Tidung


Satu yang mungkin terkadang aku lupakan, Pulau Tidung. Entah sudah berapa kali aku mengunjunginya. Hal mana bukan karena aku dulu suka pergi memancing.
Kapan kalipertama aku menginjakan kaki di sana. Yang aku ingat,
kami ( aku dan isteriku sekarang ) pergi kesana untuk merayakan hari ulang tahun Devi.

Devi lupa saat ditanyakan tentang hal itu. Saat ini dia sudah sekolah di SD kelas V. Nanti aku coba tanyakan isteriku. Mungkin sambil ada rasa takut dia marah, kalau aku lupa soal tanggal-tanggal penting kami.
Katanya aku terlalu pintar, pikun atau bingung. Ngga tahu ah...

Dafa Attharsyah Sujatmiko


Gambar Dafa sedang asyiknya memprotoli kardus.


Aku mulai tertarik kembali dengan mengisi blog, setelah mengikuti pertemuan di Masjid MI, Cikarang. Yang menarik adalah, acara itu bisa memotivasi diri agar kita bisa mempunyai sebuah, bahkan lebih usaha.
Harapannya adalah agar kita tidak lagi terlalu mengantungkan penghasilan dari gaji yang kita terima setiap bulannya.


Saat ini tidak terlalu masalah, karena isteriku tercinta turut membantu. Tapi aku merasa ada penting adanya sebuah, kalau bisa lebih usaha keluarga. Kemapanan ekonomi kurasakan sangat berpengaruh pada keharmonisan sebuah keluarga.

Anakku mulai tumbuh besar. Banyak harapanku agar dia menjadi anak yang sholeh, berbakti pada orangtua dan bangsa. Amin ya Robbul alamin.

Ada kesalahan di dalam gadget ini